Laporkan Masalah

PENGARUH PERMAINAN IMAJINATIF TERHADAP METAKOGNISI DALAM MATEMATIKA PADA ANAK

HERU ASTIKASARI SETYA MURTI, Prof. Thomas Dicky Hastjarjo, Ph. D.

2013 | Tesis | S2 Psikologi

Pentingnya metakognisi dalam keberhasilan penguasaan matematika menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini. Metakognisi berkembang selama tahun-tahun sekolah dasar, dan dipengaruhi oleh aktivitas-aktivitas yang dilakukan anak. Salah satu bentuk aktivitas yang dekat dengan kehidupan anak adalah bermain, dan jenis permainan yang merangsang perkembangan metakognisi adalah permainan imajinatif. Selain aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh anak, metakognisi dipengaruhi juga oleh inteligensi. Terkait dengan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan imajinatif terhadap metakognisi dalam matematika pada anak, dengan inteligensi sebagai kovariabel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuasi dengan menggunakan desain the untreated control group design with dependent pretest and posttest samples. Ada tiga kelompok yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kelompok eksperimen I dengan perlakuan yang diberikan adalah dongeng, kelompok eksperimen II dengan perlakuan yang diberikan adalah permainan pura-pura, dan yang ketiga adalah kelompok kontrol. Metakognisi diukur dengan menggunakan Metacognitive Skills and Knowledge Assessment (MSA) yang dikembangkan oleh Desoete, Roeyers, & Buysse (2001), sementara inteligensi diukur dengan menggunakan tes Standard Progressive Matrices (SPM) yang dikembangkan oleh Raven. Hasil perhitungan anakova menunjukkan nilai F sebesar 12, 526 (p<0,05) yang berarti bahwa dengan mengendalikan inteligensi ada perbedaan metakognisi yang signifikan antara kelompok yang mendapatkan perlakuan permainan imajinatif dengan yang tidak mendapatkan permainan imajinatif (kelompok kontrol). Berdasarkan perhitungan pairwise comparison diketahui bahwa ada perbedaan metakognisi dalam matematika yang sangat signifikan antara kelompok yang mendapat perlakuan dongeng dengan kelompok kontrol (mean difference 5,019; p<0,01), ada perbedaan metakognisi yang sangat signifikan antara kelompok yang mendapat perlakuan dongeng dengan kelompok yang mendapat perlakuan permainan pura-pura (mean difference 5,088; p<0,01), namun tidak ada perbedaan metakognisi antara kelompok yang diberi perlakuan permainan pura-pura dengan kelompok control (mean difference 0,069; p>0,05). Sumbangan permainan imajinatif terhadap metakognisi adalah 29,5% (R Squared=0,295), dan sumbangan inteligensi terhadap metakognisi adalah 10,7% (R Squared=0,107).

This study was conducted considering the importance of metacognition in mastery of math. Metacognition is developed during elementary school years and is affected by the children’s activities. One activity that close to children’s life is playing, while one of plays that stimulates metacognition is imaginative play. Other than that, metacognition is affected by intelligence. It is therefore, this research tried to investigate the effect of imaginative play in metacognition of math among children with intelligence as the covariable. Method used in this study was quasi experiment using the untreated controlled group design with dependent pretest and posttest samples. There were three groups used in this study, which were: Experiment Group 1, this group was given storytelling as the treatment, Experiment Group 2, this group was given pretending plays as the treatment, and Group 3 is a control group. Metacognition was measured with Metacognitive Skills and Knowledge Assessment developed by Desoete, Roeyers, & Buysse (2001), meanwhile intelligence was measured with Standard Progressive Matrices developed by Raven. Using the statistic of ancova, the result showed the value of F 12.526 (p<0.05) meaning that by controlling intelligence, it was found that there was an effect of imaginative play to metacognition. Based on pairwise comparison it was found that: a) there was a significant difference of metacognition between the group 1 (storytelling as the treatment) and group 3 (control group), b) there was a significant difference of metacognition between the group 1 (storytelling as the treatment) and group 2 (pretending play as the treatment), but 3) there was no significant difference of metacognition between the group 2 (pretending play as the treatment and group 3 (control group). It was found that the effective contribution of imaginative play to the variance of metacognition was 29.5% (R squared = 0.295) and effective contribution of intelligence to the variance of metacognition was 10.7% (R squared= 0.107).

Kata Kunci : permainan imajinatif, dongeng, permainan pura-pura, metakognisi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.