RENCANA TATA RUANG KAWASAN TERDAMPAK ERUPSI GUNUNGAPI MERAPI 2010 DI KABUPATEN SLEMAN
Danang Dwi Wahyujati, Prof. Dr. Ir. Iman Satyarno., ME.
2013 | Tesis | S2 Mag.Pengl.Bencana AlamPada November 2010 erupsi Gunungapi Merapi mengakibatkan korban jiwa lebih dari 100 orang dan ratusan lainnya luka-luka. Bencana ini merupakan salah satu erupsi terbesar Gunungapi Merapi yang mampu merubah arah bukaan kawah dari barat menjadi ke arah tenggara sehingga Kali Gendol yang pada erupsi periode sebelumnya merupakan daerah yang aman menjadi daerah berbahaya. Pasca bencana ini Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melakukan perubahan Peta Kawasan Bencana yang menjadi salah satu dasar pembuatan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) kebencanaan erupsi gunungapi di Kabupaten Sleman. Untuk mengantisipasi letusan berikutnya pemerintah Kabupaten Sleman melakukan upaya mitigasi salah satunya adalah dengan melakukan revisi RTRW Kabupaten Sleman, 2011-2031. Penelitian ini berpedoman pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 21/ PRT/M/2007 tentang penataan ruang kawasan rawan letusan gunungapi dan kawasan rawan gempa bumi yang telah dimodifikasi dengan menggunakan Geographic Information System (GIS) untuk melakukan tumpang susun dan analisis. Peta indikator kerawanan diperoleh dari tumpang susun peta awan panas dan peta potensi lahar hujan. Peta indikator kerentanan diperoleh dari proses tumpang susun peta kepadatan penduduk, peta kelompok rentan, peta pembangunan konstruksi, peta penggunaan lahan, kepadatan ekonomi ternak besar dan vegetasi. Peta kapasitas diperoleh dari tumpang susun peta lembaga penanggulangan kebencanaan, penduduk mandiri mitigasi, transport evakuasi mandiri, sistem peringatan dini, jaringan komunikasi, bangunan penahan sedimen. Pembobotan dan skoring masing-masing indikator diperoleh dari observasi lapangan dan analisis AHP (Analytical Hierarchy Process). Hasil dari penelitian ini berupa 1) peta kerawanan, 2) peta kerentanan, 3) peta kapasitas, 4) peta risiko Gunungapi Merapi, 5) peta klasifikasi zona potensi Gunungapi Merapi Kabupaten Sleman. Daerah yang memiliki tingkat risiko tinggi adalah Kecamatan Cangkringan, Kalasan, Ngaglik, Ngemplak, Pakem, Tempel dan Turi. Wilayah dengan tingkat risiko tinggi diarahkan untuk kawasan lindung dan budidaya terbatas, sedang wilayah dengan tingkat risiko sedang dan rendah dapat dimanfaatkan sebagai kawasan budidaya dan permukiman dengan persyaratan tertentu. Draf Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sleman, 2011-2031 pada kawasan rawan bencana gunungapi menunjukkan ketidaksesuaian peruntukan pola ruang berdasar Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 21/PRT/M/2007.
In November 2010, Volcano Merapi eruption resulted more than 100 people dead and hundreds injured. This disaster is one of the biggest eruption of Volcano Merapi which is able to change the direction of the openings into the crater from the west to the southeast so that the eruption River Gendol previous period is a safe area into the hazardous area. Vulcanologi and Geology Disaster Mitigation Center aftermath of this disaster Disaster Zone Map changes that became one of the basic manufacture of disaster spatial planning volcanic eruption in Sleman. To anticipate the next eruption Sleman government do to mitigate one of which is the revised spatial planning Sleman regency, 2011-2031. This research was based on the Regulation of the Minister of Public Works No. 21/PRT/M/2007 on spatial management susceptible areas to volcanic eruptions and earthquake region that has been modified with the use of GIS to overlay and analysis. Indicators of susceptible maps obtained from overlaying pyroclastic map and map potential lahar. Vulnerable indicators map derived from the process of overlaying population density map, vulnerable groups map, construction maps, land use map, the density of the livestock economy and vegetation maps. Capacity maps derived from overlaying process disaster management foundations maps, population independent mitigation map, transport independent evacuation map, early warning systems map, network communication and building sediment retention maps. Weighting and scoring of each indicator derived from field observations and analysis of AHP (Analytical Hierarchy Process). The results of this study are 1) susceptibility map, 2) map vulnerability, 3) map capacity, 4) Merapi volcanic risk map, 5) potential for zone classification map Merapi Volcano Sleman regency. Areas that have a high level of risk is Cangkringan, Kalasan, Ngaglik, Ngemplak, Pakem, Tempel and Turi. Areas with a high level of risk and is directed to the protected area of cultivation is limited, being areas with medium and low risk levels can be used as an area of cultivation and settlements with certain requirements. Draft Spatial Plan Sleman regency, 2011-2031 in susceptible areas to volcanic disasters shows a mismatch pattern based Regulation of the Minister of Public Works No. 21/PRT/M/2007.
Kata Kunci : Gunungapi Merapi, perencanaan tata ruang, peta risiko, peta zonasi gunungapi