ANALISIS TREND PENGELOLAAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SLEMAN PERIODE 2009 – 2011
AYU RIMBAWATI, Prof. Dr. Djoko Wahyono, SU., Apt.
2013 | Tesis | S2 Mag.Manaj.FarmasiPengelolaan obat di Rumah Sakit perlu dikelola secara efisien dan efektif. Ketersediaan dan penggunaan obat di rumah sakit merupakan aspek penting yang mempengaruhi pelayanan kesehatan. IFRS RSUD Sleman perlu melakukan analisis trend sebagai monitoring jangka panjang pengelolaan obat. Trend yang didapatkan dapat memberikan informasi mengenai gambaran, evaluasi dan kegiatan terkait kebijakan pengelolaan obat RSUD Sleman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dan trend pengelolaan obat di IFRS RSUD Sleman periode 2009 – 2011. Penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif dan prospektif. Tehnik pengambilan data dilakukan secara populasi dan stratified random sampling (frekuensi pengadaan tiap item obat). Data pengelolaan obat yang diambil, dianalisa dengan menggunakan indikator efisiensi dari Departemen Kesehatan RI, WHO dan Pudjaningsih. Hasil penelitian periode 2009 – 2011 adalah 1) Seleksi, kesesuaian obat dengan DOEN yaitu 41,23%; 41,23% dan 39,26%. 2) Pengadaan : persentase dana yang tersedia dengan dana yang dibutuhkan 101,58%; 125,27% dan 100,11%. Perbandingan jumlah item obat perencanaan dengan kenyataan pemakaian pada tahun 2010 dan 2011 sebesar 1:0,97 dan1:0,97. Frekuensi pengadaan tiap item obat sebanyak 5,1; 6,5 and 8,0 kali/tahun. 3) Distribusi : Nilai Turn Over Ratio yaitu 6,57; 5,84 dan 9,70 kali/tahun. Persentase obat kadaluarsa 0%. Persentase resep terlayani adalah 66,48%; 85,91% dan 81,49%. 4) Penggunaan : Persentase peresepan obat generik rawat jalan adalah 70,57%; 63,05% dan 63,93%, peresepan obat generik rawat inap adalah 83,22%; 81,93% dan 71,66%. Persentase peresepan formularium Rumah Sakit rawat jalan 83,82%; 99,78% and 99,68%, peresepan formularium Rumah Sakit rawat inap adalah 99,95%; 99,90 dan 99,04%. Rata – rata waktu pelayanan resep obat nonracikan 37,17 menit dan racikan 46,42 menit.
Drug management in hospital should be managed efficiently and effectively. Drug availability and usage in hospital is important aspect influencing health service. Pharmacy unit of Sleman regional Hospital should do trend analysis as long term monitoring of drug management. Obtained trend may provide information on description, evaluation and activities related to policy of drug management in Sleman Regional Hospital. Objective of the research is to identify description and trend of drug management in Pharmacy Unit of Sleman regional Hospital in 2009-2011. It was descriptive research by taking data in retrospective and prospective technique. Data was taken according to population and stratified random sampling (frequency of drug item procurement). Data of drug management was analyzed using indicator of DepKes RI, WHO dan Pudjaningsih. Result of the research in period of 2009-2011 was (1) selection, drug suitability with DOEN (41.23%, 41.23% and 39.26); (2) procurement: percentage of fund available to fund needed (101.58%, 125.27%, and 100.11%). Comparison of amount of planned drug item to real usage in 2010 and 2011 (1:0.97 and 1:0.97). Frequencies of drug item procurement were 5.1, 6.5, and 8 times a year. (3) As to Distribution, turnover ratios were 6.57, 5.84, and 9.70 times a year. Percentage of expired drug was 0%. Percentage of served prescribe were 66.48%, 85.91% and 81.49%. (4) About usage, percentage of outpatient generic drug prescription were 70.57%, 63.05% and 63.93%, while percentage of inpatient generic drug prescription were 83.22%, 81.93% and 71.66%. Percentages of outpatient formulary prescription were 83.82, 99.78% and 99.68%. Inpatient formulary prescriptions were 99.95%, 99.90 and 99.04%. Average service time for non compounding drug prescription and compounding drug prescription were 37.17 minutes and 46.42 minutes, respectively.
Kata Kunci : Pengelolaan obat, Trend, Instalasi Farmasi Rumah Sakit, Rawat Inap, Rawat Jalan