OPTIMUM ROUTE EVALUATION OF PERMANENT SETTLEMENTS FOR ACCESSING TO PUBLIC FACILITIES AFTER MERAPI 2010 ERUPTION IN SLEMAN REGENCY
Alfi Nur Rusydi, Prof. Dr.rer.nat. Junun Sartohadi, M.Sc.
2013 | Tesis | S2 Geo-Informasi untuk Manajemen BencanaHunian tetap (Huntap) dibangun untuk mengakomodasi kebutuhan hidup penduduk local karena mereka kehilangan tempat tinggalnya dikarenakan erupsi Merapi 2010. Masalah aksesibilitas muncul karena perbaikan infrastruktur and fasilitas umum setelah bencana terjadi, khususnya jaringan jalan yang menghubungkan dari hunian tetap ke fasilitas umum tertentu masih belum selesei. Evaluasi rute optimal diperlukan untuk menemukan rute mana yang dapat diakses secara efektif dan dapat revitalisasi menggunakan srbuah model yang dipengaruhi oleh pembatas-pembatas, seperti panjang jalan, waktu tempuh, kemiringan rute, kualitas jalan, dan kondisi lalu lintas. Evaluasi dilakukan di beberapa hunian tetap yang mempunyai masalah aksesibilitas, seperti Batur, Gondang, Singlar, Glagahmalang, Banjarsari, Pagerjurang, dan Karangkendal. Pasar Butuh dan pasar Pakem adalah fasilitas umum yang dibutuhkan untuk diakses oleh penduduk local yang tinggal di Batur dan di Gondang, sedangkan pasar Pakem dibutuhkan untuk diakses oleh mereka yang tinggal di Pagerjurang dan Karangkendal. Penduduk local di Singkar, Banjarsari, dan Karangkendal mempunyai masalah rute untuk mengakses ke kantor kecamatan Cangkringan. Penelitian dilakukan dengan analisis jaringan jalan yang menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG) dan Penginderaan Jauh (PJ) yang dilengkapi dengan wawancara dan pemetaan bersama dengan penduduk local. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rute-rute optimal tidak berarti bahwa mereka aman dari bahaya gunungapi, walaupun mereka mempunyai panjang jalan yang lebih pendek, waktu tempuh yang lebih singkat, kemiringan rute yang tidak terlalu curam, kualitas jalan yang lebih baik, dan lalu lintas yang lebih tenang. Sebagian besar rute optimal Batur, Gondang, Singlar, Banjarsari, dan Glagahmalang, yang melewati sungai Gendol terletak pada area cenderung berbahaya tinggi terhadap peristiwa gunungapi. Oleh karena itu, rute optimal terbaik dipilih pada rute-rute yang jauh dari Sungai Gendol yang merupakan saluran utama bagi aliran awan panas dan lahar. Sementara itu, rute terbaik dari Pagerjrang dan Karangkendal ke pasar Pakem terletak pada rute-rute yang mempunyai lalu lintas lebih tenang. Pada akhir pecan, lalu lintas pada rute-rute tersebut menjadi lebih padat daripada pada hari kerja disebabkan hari libur. Lalu lintas akan menjadi lebih padat saat siang hari daripada pagi hari disebabkan jam-jam sibuk.
Permanent settlements were built to accommodate living needs of local people since they lost their settlement caused by Merapi 2010 eruption. The accessibility problems appeared since repairing infrastructures and public facilities after disaster occurred, especially route roads network connected from settlement to given public facilities was still unfinished. Optimum route evaluation was needed to find out which route that could be accessed effectively and be revitalized using model influenced by constraints, such as road length, travel time, route steepness, road quality, and traffic condition. Evaluation was done in several permanent settlements that had accessibility problems such as Batur, Gondang, Singlar, Glagahmalang, Banjarsari, Pagerjurang and Karangkendal. Butuh market and Pakem market were public facilities needed to be accessed by local people living in Batur and in Gondang, whereas Pakem market was needed to be accessed by them living in Pagerjurang and Karangkendal. Local people in Singlar, Banjarsari, and Karangkendal had route problem to access sub district office of Cangkringan. Research was done by road network analysis using Geographic Information System (GIS) and Remote Sensing (RS) completed with interviewing and participation mapping with local people. Research results shown that optimum routes did not mean they being safe from volcanic hazard, although they had shorter road length and travel time, less steep route, better road quality, and quieter traffic. Most optimum routes of Batur, Gondang, Singlar, Banjarsari, and Glagahmalang passing Gendol river were located on the higher hazardous prone area of volcanism event. Therefore, the best optimum route was chosen on the routes that were far from Gendol river which was main channel for pyroclastic flow and lahars. Meanwhile, the best optimum route from Pagerjurang to Pakem market was located on the route which has lighter traffic condition. In weekend, the traffic of those routes would be heavier than on weekday because of holiday. Traffic would also be heavier in the day than in the morning because of rush hours.
Kata Kunci : Gunungapi Merapi, rute optimal, hunian tetap, fasilitas publik, analisis jaringan