KESOPANAN TUTUR PADA RAPAT POLITIK STUDI KASUS PADA PERTUTURAN MARGARET THATCHER DALAM FILM THE IRON LADY
Agustinus Hary Setyawan, Dr. F.X. Nadar, Dip. TESL, M.A.,
2013 | Tesis | S2 LinguistikTesis ini berjudul “Prinsip-Prinsip Ketidaksopanan dan Kesopanan Pada Rapat Politik Margaret Thatcher dalam Film The Iron Lady. Penelitian ini memiliki 4 tujuan yang ditetapkan. Tujuan pertama dan kedua adalah mendeskripsikan jenis prinsip-prinsip ketidaksopanan dan dilanjutkan mendeskripsikan jenis prinsip-prinsip kesopanan oleh dan untuk Thatcher dalam film Iron Lady. Tujuan ketiga dan keempat adalah menjelaskan fungsi prinsip ketidaksopanan dan menjelaskan fungsi kesopanan tersebut. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan metode simak bebas libat cakap, yaitu dengan menyimak percakapan dalam film The Iron Lady yang melibatkan Margaret Hilda Thatcher didalam situasi rapat politik. Pada tahap selanjutnya, proses analisis tersebut menggunakan pendekatan Jonathan Culpeper untuk menganalisa prinsip-prinsip ketidaksopanan dan pendekatan Brown dan Levinson untuk prinsip-prinsip kesopanan. Kedua pendekatan tersebut diintegrasikan dengan fungsi tindak tutur Leech (1983) beserta sejumlah faktor sosial Huang (2000) untuk menganalisa fungsi-fungsi dari ketidaksopanan dan kesopanan tersebut. Dari pengamatan dan analisis yang telah dilakukan, ditemukan empat fakta kebahasaan terpenting dari penggunaan ketidaksopanan dan kesopanan. Pertama, prinsip ketidaksopanan mendominasi pertuturan dari dan kepada Thatcher dalam rapat politik dari pada prinsip kesopanan. Kedua, Prinsip ketidaksopanan secara mayoritas pemakaian yang berurutan berfungsi sebagai: (1) pernyataan, (2) komplain, (2) penyalahan, (3) anjuran (4) penolakan, (5) saran, dan (6) sindindiran berupa pujian. Prinsip kesopanan berfungsi sebagai (1) pernyataan, (2) anjuran, (3) penawaran, (4) saran, (5) nasehat, (6) janji, (7) ucapan terimakasih, (8) penyalahan dan (9) pujian. Fungsi prinsip ketidaksopanan dan kesopanan tersebut dipengaruhi oleh konteks, latar belakang situasi, dan faktor sosial yang meliputi power, distance, dan tingkat keseriusan.
This study entitles “Politeness Strategy on Political Meeting; Case Study in Margareth Thatcher Speech Act in The Iron Lady Movieâ€. This study has four objectives. The first and the second objectives are to describe the kinds of impoliteness principle and politeness principle uttered by and for Thatcher in the Iron Lady movie. The third and fourth are to describe the functions of its impoliteness and its politeness principle. The data of this study are obtained from nonparticipation observation method by listening to conversations in the Iron lady movie which involve Margaret Thatcher on political meeting situation. For the next phase, the analyzing process uses Jonothan Culpeper approach for analyzing impoliteness principles and Brown and Levinson approach for analyzing politeness principles. Both of them are integrated with Leech speech act function (1983) and some social factors from Huang (2000) for analyzing the impoliteness and the politeness functions. From the observation and analysis that have been done, the four most important facts of linguistic uses in impoliteness and politeness principles have been found. First, the impoliteness principles are more dominant in the Thatcher’s utterances during political meeting than the politeness principle. Second, the impoliteness principle used functions as: (1) statement, (2) complaint, (2) blame, (3) recommendation (4) denial, (5) suggestion, and (6) satirise in form of praise. Politeness principle serves as: (1) a statement, (2) recommendation, (3) offering, (4) suggestion, (5) advice, (6) promise, (7) gratitude, (8) and blame (9) praise. The impoliteness and politeness principle function are influenced by context, situational background, and social factors that include power, distance, and impossition.
Kata Kunci : ketidaksopanan, kesopanan, fungsi tuturan, Iron Lady, Thatcher