POLITIK KEBIJAKAN DAN POSISI INDONESIA DALAM PERDAGANGAN ROTAN GLOBAL: Dilema Antara Pengembangan Industri Hulu Dan Hilir
MELIANA LUMBANTORUAN, Dra. Siti Daulah K.,MA
2013 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan InternasionalGlobalisasi yang dikuti dengan liberalisasi perdagangan dipandang akan menciptakan kompetisi di tingkat global. Hal ini terjadi karena semakin banyaknya negara-negara di dunia yang terlibat dalam perdagangan global. Dengan adanya kompetisi tersebut, setiap negara akan berlomba-lomba meningkatkan daya saing dan nilai tambah produknya dengan tujuan untuk memenangkan kompetisi di pasar global. Rotan Indonesia memiliki potensi yang tinggi dalam perdagangan rotan global, karena Indonesia adalah penghasil terbesar bahan baku rotan dunia. Potensi bahan baku tersebut harus diikuti dengan peningkatan daya saing agar menghasilkan produk yang berkeunggulan kompetitif. Hilirisasi industri yang dilakukan dalam rangka pengembangan produk berkeunggulan kompetitif tidak terlepas dari tarik-menarik kepentingan para aktor yang berkepetingan didalamnya. Tarik-menarik kepentingan tersebut akhirnya membuat dilema dalam pengembangan industri. Hal ini juga terjadi pada industri rotan Indonesia, yang pada akhirnya mempengaruhi posisi Indonesia dalam perdagangan rotan di pasar global.
Globalization and trade liberalization are deemed to create competition at the global level. This is due by the increasing number of countries in the world that are involved in global trade. Through the competition, each country will be competing to increase their competitiveness and value-added products in order to win the global market competition. Indonesian rattan have high potential in the global rattan trade, since Indonesia is the biggest producer of rattan world. Potential of the raw material must be accompanied by an increase in the competitiveness of a product in order to produce competitive advantages. In order to develop the competitive advantage of the products through the downstreaming industries, can not be separated from the conflicts of interest of the actors concerned in it. Conflicts of interest eventually led to a dilemma in the development of the industry. It also occurs in Indonesian rattan industry, which in turn affects Indonesia’s position in the global rattan trade.
Kata Kunci : Rotan, Kompetisi Global, Tarik-menarik Kepentingan, Hilirisasi Industri, Pro dan Kontra, Dilema