ANALISIS MANAJEMEN ASET TANAH DAN BANGUNAN PEMERINTAH KABUPATEN MINAHASA SELATAN (Studi pada Lima Belas Satuan Kerja Perangkat Daerah)
Jerry Yosef Rumondor, Prof. Dr. Eduardus Tandelilin, M.B.A.
2013 | Tesis | S2 Magister Ek.PembangunanTopik yang dibahas dalam penelitian ini adalah manajemen aset tanah dan bangunan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dengan tujuan mengidentifikasi arti penting dan tingkat kinerja manajemen aset daerah serta mengkaji perbedaan antara arti penting (harapan) dan kinerja (persepsi) manajemen aset tanah dan bangunan tersebut melalui faktor-faktor penentu keberhasilan manajemen aset. Topik ini diteliti karena pengelolaan aset daerah yang baik merupakan salah satu kunci keberhasilan pengelolaan ekonomi daerah. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan survei kuesioner yang diukur dengan Skala Likert dan memperoleh data tentang harapan dan persepsi terhadap faktor-faktor penentu keberhasilan manajemen aset tanah dan bangunan. Data tersebut dianalisis dengan alat analisis importance-performance analysis untuk mendapatkan perbedaan antara harapan dan persepsi terhadap faktor-faktor penentu manajemen aset dan juga faktor-faktor penentu keberhasilan manajemen aset yang perlu ditingkatkan, dipertahankan kinerjanya ataupun diabaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penentu keberhasilan manajemen aset dinilai penting, sedangkan kinerjanya sebagian besar dinyatakan baik dan terdapat faktor yang cukup baik kinerjanya. Hasil importanceperformance analysis menunjukkan bahwa dari delapan belas faktor penentu keberhasilan manajemen aset, terdapat delapan faktor yang perlu mendapatkan perhatian dari pengelola aset dan ditingkatkan kinerjanya karena dinilai penting dan kinerjanya belum baik, yaitu pembukuan/pencatatan; inventarisasi; pelaporan; pemanfaatan; penilaian; penghapusan; pemindahtanganan; dan sistem informasi manajemen aset dan terdapat sepuluh faktor yang harus tetap dijaga dan dipertahankan karena dinilai penting dan kinerjanya sudah baik adalah perencanaan kebutuhan dan penganggaran; pengadaan; aspek legal; penggunaan; pengamanan; pemeliharaan; profesionalisme; pedoman, bimbingan dan pelatihan; pengendalian dan pengawasan; dan pembiayaan.
This research explores the management of land and building assets of the government of South Minahasa regency which aimed to identify how were the importance and the level of performance of the management of land and building assets and to investigate the difference between the importance (expectation) and the performance (perception) of the management of land and building assets through the main factors of the success of assets management. This topic was investigated due to the good local assets management was one of the success key to the management of local economy. This research has collected data using questionnaires survey measured by Likert Scale and get the data of the expectation and the perception to the main factors of the success of land and building assets management. Then, the data was analyzed using the analyzing tool of importance-performance analysis to find the difference between the expectation and the perception to the main factor of assets management, and also the key factors of assets management that were needed to be improved, maintained, or ignored. The research results showed that the main factors of the success of the assets management were considered to be important, whereas the great part of the performance was good, and it also found factors with good enough performance. The result of importance-performance analysis showed that there were eight factors from the eighteen main factors of the success of assets management, that were needed to be improved by assets manager due to their importance and bad performance: accounting/noting; inventorization; reporting; utilization; appraisal; elimination; handover; and information system of assets management. There were ten factors that had to be maintained due to their importance and good performance: planning of need and budgeting; supplying; legal aspects; using; securing; maintenance; professionalism; manual, guidance, and training; controllling and supervision; and finance.
Kata Kunci : manajemen aset, aset tanah dan bangunan milik daerah, Minahasa Selatan