PENENTUAN PARAMETER OKSIDASI MINYAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus, Lam) SECARA SPEKTROFOTOMETRI INFRAMERAH DAN KEMOMETRIKA
LISA ANDINA, Prof. Dr. Sugeng Riyanto, MS, Apt.
2013 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiOksidasi minyak dan lemak merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi waktu penyimpanan dan nilai nutrisi suatu minyak.Minyak buah merah (MBM) merupakan komoditas yang sedang berkembang pesat dipasaran dengan harga yang relatif lebih tinggi dari minyak-minyak yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode spektrofotometri ATR-FTIR yang digabungkan dengan kemometrika kalibrasimultivariatuntuk analisis parameter oksidatif MBMmelalui penentuan bilangan peroksida dan bilangan p-anisidin. MBM diperoleh melalui proses maserasi buah merah dengan metanol, dilanjutkan dengan partisi menggunakan n-heksana dan kloroform, sehingga diperoleh MBM fraksi n-heksana dan MBM fraksi kloroform. Kedua fraksi MBM kemudian ditambah dengan antioksidan BHT dan Vit.E masing-masing 200 mg.Kg-1 dan masing-masingfraksi dipanaskan selama 90 menit pada suhu 100, 150, 180, 200, serta 300 0C, kemudian ditetapkan bilangan peroksida dan bilangan p-anisidin MBM menggunakan metode titrimetri dan secara spektrofotometriATR-FTIRyang digabungkan dengan kemometrika kalibrasi multivariat. Hasil proses optimasi pemilihan bilangan gelombang spektra FTIR MBM menunjukkan bahwa metode ATR-FTIR dengan bantuan metode kemometrika kalibrasi multivariat dapat digunakan untuk penetapan bilangan peroksida pada bilangan gelombang 3085-3610 cm-1 dengan R2 untuk hubungan antara bilangan peroksida sebenarnya yang ditentukan dengan metode titrimetri dengan bilangan yang terprediksi secara spektrofotometri FTIRsebesar 0,997, nilai standard error kalibrasi = 0,14 % (v/v); untuk penentuan bilangan p-anisidin pada bilangan gelombang 1685–1712 cm-1 dengan R2= 0,997, nilai standard error kalibrasi= 0,76 % (v/v).Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode spektrofotometri FTIR dapat digunakan untuk penentuan bilangan peroksida dan p-anisidin secara akurat dengan waktu kurang dari 3 menit per sampel, sederhana dan ramah lingkungan.
Oil and fat oxidation is one of most important factor that can affect shelf life and nutrition value of oil. Red fruit oil (RFO) is a rapidly growing commodities market at a price which is comparatively higher than other oils.This Study was conducted to develop infrared spectrophotometry combined with multivariate calibration of partial least square for determination of peroxide value and p-anisidine value of red fruit oil. Red Fruit Oil was obtained through maceration process of red fruit with methanol, followed by the partition using n-hexane and chloroform to obtain hexane and chloroform fractionsof RFO. Both fractions of RFO then added with antioxidant BHT and α-tocopherol of 200 mg.Kg-1respectively, and heated at a temperature of 100, 150, 180, 200, and 300 0C. These RFOsare further subjected to determination of peroxide value and p-anisidine value usingtitrimetric method and ATR-FTIR spectrophotometry with chemometric multivariate calibration. Based on the optimization processes to select a wavenumber of RFO‟s FTIR spectra, it can be shownthat ATR-FTIR method combined with PLS can be used for determination of peroxide value at 3085-3610 cm-1 withR2 for the relationship between the actual peroxide value determined by titrimetric method and the value predicted by FTIR spectrophotometry of 0.997, and standard error calibration of 0.14% (v/v); as well as for determination of p-anisidinevalue at 1685-1712 cm-1with R2 of 0.997, standard error calibration value of 0.76% (v/v).This study indicates that ATR-FTIR spectroscopy can be used to determine the oxidative state of red fruit oil by determining peroxide value andp-anisidine value. While the conventional method were time consuming in sample preparation, ATR-FTIR spectroscopy is capable of determining peroxide value and p-anisidine valueaccurately in less than 3 minutes for each sample, the method is simple and environmentally friendly.
Kata Kunci : Minyak buah merah, spektrofotometri FTIR, kemometrika, kalibrasi multivariat, bilangan peroksida, bilangan p-anisidin