Laporkan Masalah

PENGENDALIAN RUANG PASAR PASCA GEMPA BERBASIS PASEDULURAN

ENDY MARLINA, Dr. Ir. Arya Ronald

2013 | Disertasi | S3 Teknik Arsitektur

Penelitian tentang Pengendalian Ruang Pasar Pasca Gempa ini dilakukan dengan tujuan untuk menemukan teori ruang yang sangat mungkin terkait dengan kearifan lokal masyarakat pada masa kedaruratan pasca bencana. Penelitian ini dilakukan dengan metoda fenomenologi, melalui eksplorasi pasar sebagai wadah kegiatan bakulan masyarakat. Dalam penelitian ini, gempa bukan dilihat sebagai time frame yang menghasilkan dikotomi kondisi sebelum dan sesudah gempa, namun gempa merupakan suatu kejadian yang mendasari timbulnya fenomena pengendalian ruang di pasar pasca gempa. Penelitian yang dilakukan pada masa tanggap bencana hingga masa rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa yaitu pada bulan Mei 2006 hingga Januari 2008, melalui reduksi fenomenologis menemukan beberapa tema pengendalian ruang pasar di Kabupaten Bantul yang berkaitan dengan pembatasan ruang bakulan, tatanan ruang bakulan, pengadaan ruang bakulan, kontrol ruang bakulan, cara bakulan, intensitas kegiatan bakulan, mobilitas bakul, durasi bakulan, perubahan penataan ruang pasar, ragam kegiatan dan tatanan ruang di pasar, keterkaitan kegiatan di pasar dan di desa, dan pengelolaan ruang bakulan. Observasi diakhiri pada bulan Januari 2008 karena fenomena pengendalian ruang pasar pasca gempa mulai berkurang seiring dengan berjalannya waktu. Hal ini disebabkan karena kewaspadaan masyarakat yang diakibatkan oleh bencana gempa semakin berkurang. Hal ini berarti bahwa fenomena pengendalian ruang pasca gempa ini bersifat sementara. Setelah masa rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana, masyarakat mulai menjalani kehidupannya secara normal kembali, dan pengendalian ruang pasar juga kembali seperti kondisi periode sebelum gempa. Melalui reduksi eiditis, tema-tema yang ditemukan didalami dan dikonstruksi secara induktif. Proses ini berhasil mengungkapkan konsep-konsep pengendalian ruang pasar, yaitu: 1) pasar sebagai ruang umum, 2) pasar sebagai ruang dhasaran, 3) pasar sebagai ruang kekeluargaan, 4) pasar sebagai media perluasan sosial, 5) pasar sebagai ruang sosioekonomi, 6) pasar sebagai ruang paseduluran, 7) pasar sebagai ruang perbincangan dan hiburan, 8) perubahan pengelolaan ruang pasar, 9) keterbukaan ruang pasar, dan 10) pasar sebagai jaringan informasi, pengetahuan, dan budaya. Konsep pengendalian ruang pasar pasca gempa ini merupakan realisasi dari tangapan masyarakat dalam menghadapi kewaspadaan yang timbul karena bencana gempa dan dipengaruhi oleh budaya masyarakat yang telah ada dan terus berkembang hingga saat ini. Karenanya, penggalian mendalam terhadap tanggapan tersebut akan mengungkapkan dasar pemikiran yang merupakan strategi masyarakat dalam kondisi kedaruratan pasca gempa. Konsep-konsep yang ditemukan kemudian didalami lebih lanjut dengan reduksi transendental dan berhasil menemukan nilai paseduluran sebagai dasar dari tanggapan masyarakat terhadap ruang pasar pasca gempa. Nilai paseduluran ini mendasari konsensus pengendalian ruang pasca gempa yang mencakup konsensus mengenai jarak ruang, batas ruang, tatanan ruang, dan kontrol ruang. Dengan kata lain, keseluruhan konsensus ruang itu didasari oleh nilai Paseduluran. Nilai ini lahir dari budaya lokal masyarakat di Kabupaten bantul yang pada masa kedaruratan pasca gempa terbukti mampu mempercepat pemulihan masyarakat ke kehidupan normalnya.

Research on Control of Space of Post-Earthquake Market was done in order to find a theory which is very likely related to local wisdom during the post-disaster emergency period. The research was conducted sing the method of phenomenology, through the exploration of the market as place of bakulan (selling) activities of community. In this research, earthquake is not viewed as the time frame that can result in the dichotomy of the conditions of before and after the earthquake. However, the earthquake becomes the occurrence which puts a building block for the control of market spatial phenomenon in the period of disaster preparedness until the rehabilitation and reconstruction period after the earthquake. Research conducted during the emergency response up to the rehabilitation and reconstruction period after the earthquake, in May 2006 to January 2008. The phenomenological depth in this research found several themes of the control of market space in Bantul Regency, they are related to space boundary of bakulan, space arrangement of bakulan, space procurement of bakulan, control of bakulan space, the way of bakulan, intensity of bakulan activity, market mobility, duration of bakulan activity, changes in market space arrangement, and variety of space order and activities in the market, linkages between activities in the village and activities in the market, and management of bakulan space. Observation terminated in January 2008 because the phenomenon of control of post-earthquake market space began to diminish over time. This is because public vigilance caused of the earthquake is on the wane. This means that the control of space after the earthquake phenomenon is done temporarily. After a period of rehabilitation and post-disaster reconstruction, the people began to live a normal life, and also returned to the way of control of the market space as they did in before earthquake period. Through eiditic depth, the themes which was then explored and constructed inductively. This process revealed the concepts of control of space market, namely: 1) Market as public space, 2) Market as display space (dhasaran), 3) Market as family nurturing space, 4) Market as social expansion media, 5) Market as socioeconomic space, 6) Market as paseduluran (brotherhood) space, 7) Market as chatting and fun space, 8) Market space management change, 9) Market space openness, and 10) Market as information, knowledge, and culture network. The concept of control of space of post-earthquake market is the realization of the community's vigilance arising due to the earthquake and was influenced by the culture of the society who have been there and continue to grow to the present. Deep exploration will reveal the rationale of the society's strategy in araising vigilance in emergency period. Concepts which was found then was further explored with transcendental depth and managed to find the paseduluran as the basis of the control of the post-quake market space. The value of paseduluran underlying the consensus of control of space of post-earthquake market, includes consensus on spatial distance, space boundary, order of space, and space control. In other words, the overall consensus is based on the value of Paseduluran. These values come from the local culture of the community in Bantul Regency which is proved to accelerate the recovery of the community to normal life

Kata Kunci : batas ruang, jarak ruang, kontrol ruang, paseduluran, pengendalian ruang, tatanan ruang


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.