Laporkan Masalah

IMPLIKASI PELAKSANAAN ASEAN-CHINA FREE TRADE AREA (ACFTA) TERHADAP KETAHANAN KEAMANAN NASIONAL DI INDONESIA

RINDU SANUBARI MASHITA FIRDAUS, Dr. Nasir Tamara, DEA, DESS

2013 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Penulisan tesis ini dilatarbekakangi oleh adanya perubahan paradigma keamanan internasional. Keamanan internasional telah beberapa kali mengalami perubahan paradigma, yang diawali oleh strategi dan kontruksi ancaman keamanan berupa invasi asing dalam bentuk kekuatan militer, lalu kini berubah menjadi strategi dan ancaman keamanan melalui kekuatan ekonomi. Tujuan dari penulisan tesis ini antara lain Untuk mengetahui unsur kekuatan di dalam negeri sebagai penopang Indonesia dalam kerjasama antar bangsa khususnya dalam bidang perdagangan, mengetahui pelaksanaan perjanjian regionalisme ACFTA Indonesia, mengetahui implikasi dari pelaksanaan ACFTA terhadap ketahanan keamanan nasional. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dan dilakukan di Indonesia menggunakan metode Wawancara mendalam terhadap pihak pemerintah dan ahli-ahli yang berkompeten. Serta wawancara terbuka dengan para pelaku pasar. Metode lainnya dilakukan dengan Observasi, Dokumentasi, dan Studi Pustaka. Beberapa hal utama yang ditemukan oleh penulis melalui penelitian ini yaitu adanya paradoks praktek globalisasi terhadap ketahanan ekonomi dan keamanan nasional Indonesia. Dari segi ekonomi, ditemukan bahwa ACFTA telah melemahkan nilai-nilai kesejahteraan dan kedaulatan nasional. Akan tetapi, di sisi lain globalisasi juga mengandung peluang bagi sebuah negara untuk meningkatkan keuntungan ekonomi melalui peningkatan efisiensi perdagangan dan perluasan pangsa pasar global. Dari segi keamanan, ditemukan bahwa ekonomi bertransformasi menjadi alat imperialisme masa kini sebagai penggerak kekuasaan dan penekan pihak lain disebut sebagai capitalist imperialism. Agenda imperialisme tersebut dijalankan melalui bentuk kerjasama ekonomi dengan mekanisme globalisasi yang cenderung mendegradasi kekuasaan nasional untuk menentukan kebijakan nasional. Kerjasama ekonomi menjadi jalan imperialisme modern dan dalam waktu bersamaan juga mengandung peluang sebagai sumber kekuatan baru bagi sebuah negara untuk lepas dari tekanan negara lain. Kerjasama ekonomi terutama dalam bentuk regionalisme perdagangan bebas juga mengandung kesempatan untuk meningkatkan posisi tawar juga semakin besar karena keterbukaan terhadap kerjasama dengan kekuatan-kekuatan global seperti China melalui ACFTA.

This thesis was written based on reality that there is the changing paradigm in international security issue. Paradigm in international security has been changed several times. it began with classic point of view that strategy and threat for a nation is in the form of foreign invasion in military way, then it changed to economic power as the main strategy in security struggle. This thesis has three main purposes . Firstly, to analyse national resilience elements as base power for Indonesia in international trade agreement. Secondly, to analyse the implementation of ACFTA in Indonesia. And Thirdly, to analyse the implication of ACFTA to national security resilience. This thesis was done in Indonesia as a qualitative descriptive research with some methods like in-depth interview with government representatives and qualified scientists. Furthermore, there are open interviews with merchants in Tanah Abang market in Jakarta. The other methods are documentation, observation, and literature study. The writer found some paradoxes from this research about the implementation of globalization mechanism like ACFTA. First of all in economic area, ACFTA has weakened national prosperity and sovereignty values. however at the same time, globalization has opportunity for every nation to increase their national economic benefit through trade efficiency and the global expansion of market share for national product. The paradox was also found in the security area. It is not about classic security with military confrontation but how it relates to national sovereignty in decision making process without international pressure and intervention and the changing challenge and threat to national security through economic power. Economy become imperialism instrument in modern era and it is referred as capitalist imperialism. That new imperialism agenda is implemented in the form of economy cooperation with globalization mechanism that tend to degrade sovereignty for nation to decide national policy. However, economy cooperation also has a prospect to sustain a new source of national power and bargaining power to face global pressure. It also has an opportunity to gain barganing power through political friendship with new emerging powers like China.

Kata Kunci : keamanan, internasional, ekonomi, globalisasi, Indonesia, China, ASEAN.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.