Laporkan Masalah

PENJADWALAN PEMBANGKIT HYBRID BUNAKEN DENGAN KEKANGAN KONSUMSI BAHAN BAKAR

Galih Yudhaprawira, Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D.

2013 | Tesis | S2 Teknik Elektro

Pemerataan pemanfaatan energi listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik dilakukan dengan interkoneksi grid, pengembangan generator stand alone dan hibridisasi dengan pembangkit terbarukan. Berkurangnya persediaan atau tersendatnya pasokan bahan bakar untuk pembangkit konvensional pada sistem hibrid karena kondisi geografis Indonesia mendorong dilakukannya pembatasan bahan bakar agar tetap bisa beroperasi secara normal. Salah satu masalah dalam sistem hibrid di Indonesia adalah bagaimana menentukan komitmen dari seluruh pembangkit dalam sistem untuk melayani permintaan daya beban dengan penekanan batasan konsumsi bahan bakar. Masalah unit commitment dari sistem PLTH Bunaken dengan batasan konsumsi bahan bakar dipecahkan menggunakan Mixed Integer Quadratic Programming (MIQP). Studi ini menggunakan dua skenario yang merepresentasikan operasi sistem PLTH Bunaken saat ini dan optimasi berbasiskan batasan konsumsi bahan bakar. Hasil simulasi menunjukkan bahwa masih terdapat peluang optimasi dari operasi yang dijalankan saat ini. Optimasi menggunakan MIQP diketahui bahwa adanya pembatasan bahan bakar membuat sistem hanya mampu melayani seluruh tingkatan beban ketikanilai pembangkitan PV tertinggi. Untuk nilai pembangkitan PV pada level sedang dan terendah, beban tinggi tidak dapat terlayani.

Equitable utilization of electrical energy to meet the electricity needs has been done with grid interconnection. The development of stand alone generator and the hybridization have been done with renewable power. Shortages or delays in the fuel supply of conventional hybrid power systems are caused by Indonesia geographical condition. This matter encourages fuel restrictions, so that the power system can operate normally. One of the problems in the hybrid system in Indonesia is how to determine the commitment of all power in the system to serve the load power demand with emphasizing fuel consumption limit. Unit commitment problem of PLTH Bunaken system with fuel consumption limits was solved using Mixed Integer Quadratic Programming (MIQP). This study used two scenarios that represent PLTH Bunaken existing operating system and based on the optimization of fuel consumption limits. The simulation results indicate that there was an optimization chance from operation being run today. Optimization using MIQP showed that the restriction of fuel make the system capable serving all levels only when the value of PV generation is in the highest level. For the value of PV generation in the medium and low levels, high load can not be served.

Kata Kunci : sistem hibrid, batasan konsumsi bahan bakar, unit commitment, MIQP


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.