REKONSTRUKSI IDENTITAS BUDAYA WARGA MUSLIM AMERIKA PASCASERANGAN SEBELAS SEPTEMBER 2001 (RECONSTRUCTION OF CULTURAL IDENTITY OF AMERICAN MUSLIMS IN THE AFTERMATH OF SEPTEMBER 11TH ATTACKS)
M. Thoyibi, Drs.,MS., Prof Dra. Djuhertati Imam Muhni, M.A., Ph.D.
2013 | Disertasi | S3 Pengkajian AmerikaPenelitian ini berkaitan dengan dinamika warga Muslim Amerika dalam mengatasi konflik identitas setelah terjadinya Serangan Sebelas September 2001. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan terjadinya rekonstruksi identitas budaya warga Muslim Amerika dan menjelaskan alasan yang mendasari rekonstruksi identitas tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode kualitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah katakata atau pernyataan, baik tertulis maupun lisan, dan peristiwa atau tindakan yang dilakukan oleh subjek penelitian. Sumber data berupa dokumen, baik dalam bentuk tulisan, rekaman audio/video, data statistik, gambar/foto, karya sastra maupun film. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research, penelusuran (browsing) internet, observasi, dan wawancara melalui email. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, analitis, kategorisasi, dan penafsiran. Penelitian ini menemukan bahwa warga Muslim Amerika Pascaserangan Sebelas September mengalami beberapa perubahan, terutama pada dimensi mental dan sosial. Perubahan pada dimensi mental tercermin melalui perubahan persepsi tentang status kependudukan Muslim imigran, perbedaan identifikasi konfigurasi unsur identitas, dan pemahaman tentang kedudukan Islam Amerika. Perubahan pada dimensi sosial tercermin melalui perubahan dalam menanggapi ekstremisme keagamaan, perubahan perilaku dalam hubungan antarumat beragama, dan dinamika pencitraan perempuan Muslim. Perubahan dalam dimensi fisik ditandai dengan dihasilkannya produk-produk publikasi, yang berupa surat pernyataan, iklan, fatwa, poster, video, dan program reality show, di samping munculnya lembaga-lembaga lintas-agama atau lembaga yang menangani masalah dialog dan kerja sama antariman. Berdasarkan temuan-temuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa warga Muslim Amerika telah melakukan rekonstruksi identitas budaya sebagai strategi mempertahankan kelangsungan hidup kelompok minoritas dari ancaman kelompok budaya dominan. Rekonstruksi identitas dilakukan dengan menemukan titik temu antara Islam dan budaya Amerika dan dengan tetap memegang teguh prinsip-prinsip keagamanaan.
This study deals with the dynamics of American Muslims in coping with the identity conflicts in the aftermath of September Eleventh Attacks. This study aims at describing the reconstruction of cultural identity of American Muslims and revealing the underlying reasons of the reconstruction. The study used the qualitative method. The types of the data were words or statements, either written or spoken, and events or actions conducted by the subjects of the study. The data sources consisted of printed documents, audio/visual records, statistics, images/photos, literary works, and films. The methods of collecting the data were library research, internet browsing, observation, and interview by email. The analyzing techniques were descriptive-analytic technique, categorization, and interpretation. The study found that in the aftermath of the September Eleventh Attacks, American Muslims underwent some changes, particularly in the mental and social dimensions. The changes in the mental dimension were reflected in the different way of identifying the citizenship, identity configuration, and the position of American Islam. The changes in the social dimension could be identified from the response to religious extremism, behavior towards other religious groups, and representation of Muslim women. They also produced some publications, such as statement, advertisement, fatwa, posters, video, and reality show in addition to the interfaith institutions. The findings implied that American Muslims underwent a cultural identity reconstruction constituting a survival strategy of the minority group against the threat of the dominant culture. They reconstructed their identity by seeking for the meeting points between Islam and American culture and by keeping the religious principle.
Kata Kunci : rekonstruksi, identitas budaya, Muslim Amerika, pascaserangan Sebelas September