Laporkan Masalah

KADAR HORMON TESTOSTERON, LIBIDO, DAN KUALITAS SPERMA KAMBING BLIGON, KEJOBONG, DAN PERANAKAN ETAWAH

Laili Rachmawati, Prof. Ir. Ismaya, M.Sc., Ph.D.

2013 | Tesis | S2 Ilmu Peternakan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan serta hubungan antara kadar hormon testosteron, libido, dan kualitas sperma bangsa kambing Bligon, Kejobong, dan Peranakan Etawah (PE) dengan umur, pakan, dan musim yang sama. Sampel yang digunakan terdiri dari 3 ekor kambing Bligon, 3 ekor kambing Kejobong, dan 3 ekor kambing PE jantan berumur ±18 bulan. Kadar testosteron diukur menggunakan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Tingkat libido dilakukan dengan pengamatan waktu pertama mencumbu betina, menaiki betina, sampai ejakulasi. Penampungan sperma menggunakan metode vagina buatan, dan ditentukan nilai korelasi antara kadar testosteron dengan libido dan kualitas sperma. Hasil menunjukkan kambing Kejobong memiliki kadar testosteron pagi (12,00±6,56 ng/ml) yang berbeda nyata dari kambing PE (6,82±4,18 ng/ml) (P≤0,05), sedangkan kadar testosteron pagi kambing Bligon (9,23±4,73 ng/ml) sama dengan kambing Kejobong maupun PE. Tingkat libido kambing Kejobong pada pagi (6,77±5,96; 11,27±8,10, dan 18,45±8,27 detik) serta sore (8,89±7,97; 11,03±8,74; dan 21,05±9,60 detik) adalah paling baik (P≤0,05). Gerakan massa dan konsentrasi spermatozoa kambing Kejobong (75,67±6,51% dan 5838,67±140,90 x106/ml) berbeda nyata dengan kambing Bligon (60,67±9,61% dan 4625,33±129,72 x106/ml) dan PE (63,13±8,33% dan 3756,00±52,76 x106/ml) (P≤0,05). Semakin tinggi kadar testosteron maka diikuti semakin tinggi libido dan kualitas sperma (P≤0,01). Disimpulkan bahwa kambing Bligon dan PE memiliki kadar hormon testosteron yang sama. Kambing Kejobong memiliki tingkat

The aim of the study was to investigate the comparison and correlation among testosterone concentrations, libido, and sperm quality of Bligon, Kejobong, and Etawah cross-bred (PE) bucks at the similar of age, feed, and season. Samples used were 9 bucks (3 Bligon, 3 Kejobong, and 3 PE) in ±18 months of age. Testosterones was measured by enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) method. Libido observation were quantified at the first time to sniff, mount, and finally ejaculation. Sperm was collected by using artificial vagina, and correlation between testosterones, libido, and sperm quality was measured. Results showed that Kejobong’s testosterone in the morning (12.00±6.56 ng/ml) was significantly different with PE (6.82±4.18 ng/ml) (P≤0.05), whereas Bligon’s testosterone in the morning (9.23±4.73 ng/ml) was similar with Kejobong and PE. The best time of Kejobong’s libido was in the morning (6.77±5.96; 11.27±8.10, and 18.45±8.27 sec.) and in the afternoon (8.89±7.97; 11.03±8.74, and 21.05±9.60 sec.) with P value ≤0.05. Motility and concentration of Kejobong’s spermatozoa (75.67±6.51% and 5838.67±140.90 x106/ml) were significantly different with Bligon (60.67±9.61% and 4625.33±129.72 x106/ml) and PE (63.13±8.33% and 3756.00±52.76 x106/ml) (P≤0.05). Increasing in testosterone followed by increasing in libido and sperm quality (P≤0.01). It could be concluded that Bligon and PE bucks have the similar testosterone concentration. Libido and sperm quality of Kejobong was better than Bligon and PE bucks.

Kata Kunci : Testosteron, Libido, Kualitas sperma, Bligon, Kejobong, Peranakan Etawah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.