KATA PENYUKAT DALAM BAHASA MELAYU PATANI THAILAND SELATAN
SAVEEYAH CHEDO, Bapak Dr. Suhandano, M.A.
2013 | Tesis | S2 LinguistikPenelitian ini mengkaji “Kata Penyukat dalam Bahasa Melayu Patani Thailand Selatanâ€. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk kata penyukat dalam bahasa Melayu Patani, mengklasifikasikan kata penyukat dalam bahasa Melayua Patani, dan mendeskripsikan perilaku sintaksis kata penyukat dalam bahasa Melayu Patani. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan tiga tahapan, yaitu tahap penyediaan data, tahap analisis data, dan tahap penyajian hasil analisis data. Tahap penyediaan data dilakukan dengan teknik wawancara, introspektif, dan simak dan catat. Analisis data dilaksanakan sesudah data yang terjaring diklasifikasikan. Analisis yang diterapkan adalah metode agih dengan teknik bagi unsur langsung sebagai teknik dasar.Teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik lesap, teknik perluas, dan teknik balik. Penyajian hasil analisis data disajikan dalam bentuk deskripsi yang mendalam karena penelitian ini merupakan kajian kualitatif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Bentuk-bentuk kata penyukat dalam bahasa Melayu Patani diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu (1) kata penyukat untuk manusia, (2) kata penyukat untuk binatang, dan (3) kata penyukat untuk benda dan tanaman. Masing-masing dibagi lagi menjadi kata penyukat umum dan kata penyukat khusus. Perilaku sintaksis kata penyukat dalam bahasa Melayu Patani meliputi posisi, sifat kehadiran, dan perluasan kata penyukat dalam frase bilangan. Posisi kata penyukat dalam bahasa Melayu Patani sebagian besar terletak di kanan nomina yang disukatinya, tetapi bisa juga terletak di kiri nomina yang disukatinya. Sifat kehadiran kata penyukat dalam frase bilangan ada yang bersifat opsional (manasuka), ada juga yang bersifat obligatori (wajib hadir). Perluasan juga dapat diperluas dari ke kiri hanya dapat dilakukan dengan menambahkan kata bilangan. Sementara itu, perluas ke kanan dapat dilakukan dengan menambahkan nomina tertentu, yaitu nomina-nomina yang dapat dilekati kata penyukat tersebut.
This study examines classifier in Malayu Patani language at the Southern of Thailand. The purpose of this study is to describe and to classify the forms of classifier in Malayu Patani language; and to describe syntactic characteristics of the classifier in Malayu Patani language. This research used descriptive method with three stages, namely data providing stage, data analysis stage, and data analysis presentation stage. Data providing stage was conducted by using interview technique; introspective technique; and scrutinize and recording technique. Data analysis was conducted after the collected data had been classified. The data analysis applied distributional method by using the immediate constituent as the basic technique. The advanced technique used deletion, expansion, and permutation technique. The presentation of data analysis was presented in the form of in-depth description because this research is a qualitative study. The results of this research were the forms of classifier in Malayu Patani language and they are classified into three: (1) classifier for humans, (2) classifier for animals, and (3) classifier for inanimate objects and plants. Each of them is further divided into common and special classifier. The syntatic characteristics of the classifier in Malayu Patani language includes three points; those are position, the nature of the presence, and the closeness level in the numeral phrase. The position of the classifier of Malayu Patani language are mostly placed at the right side of the noun. The nature of the classifier presence in a numeral phrase is optional (arbitrary) and some may be obligatory (mandatory). The left extensions can only be realized by adding numeral words. The right extensions can only be realized by adding particular nouns. In this respect, they are the nouns which can be accompanied by corresponding classifiers.
Kata Kunci : bentuk kata penyukat, klasifikasi kata penyukat, perilaku sintaksis kata penyukat.