ANALISIS PROBABILITAS PENYERAPAN PASAR PUSAT PERBELANJAAN DI KOTA BANDUNG TAHUN 2011
Anton Debianto, S.T., Dra. Wahyu Hidayanti, M.Si.
2013 | Tesis | S2 Magister Ek.PembangunanAnalisis wilayah cakupan merupakan teori penting untuk mengetahui probabilitas penyerapan pasar pusat perbelanjaan yang dilakukan sebelum membuat keputusan untuk berinvestasi di bidang properti pusat perbelanjaan. Dengan analisis ini, kita bisa mengetahui pola kebiasaan belanja masyarakat dan bisa menghitung besarnya peluang kunjungan, serta potensi permintaan pasar terhadap ruang pusat perbelanjaan. Objek dari penelitian ini adalah enam pusat perbelanjaan yang ada di Kota Bandung. Alat analisis dalam penelitian ini terdiri dari dua model. Pertama adalah model probabilitas Huff, digunakan untuk mengukur probabilitas kunjungan masing-masing pusat perbelanjaan sehingga persaingan antar pusat perbelanjaan dapat diketahui. Model kedua adalah melakukan estimasi permintaan pasar ruang pusat perbelanjaan, digunakan untuk mengetahui tingkat kecukupan pasokan ruang perbelanjaan yang sudah ada sehingga diketahui peluang investasinya. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa probabilitas kunjungan tertinggi adalah pusat perbelanjaan Bandung Supermall dengan peluang kunjungan sebesar 22,35 persen. Selain itu, dari hasil analisis ini dapat diketahui bahwa Kota Bandung ternyata masih kekurangan pasokan ruang pusat perbelanjaan sebesar 414.717 m².
Catchment Area Analysis is an important theory to know the probability of a market absorption before we decide to invest in the shopping center property. By this analysis, we will be able to know the shopping custom that people do, we can also calculate the frequency of customer’s visit, and also estimate the potential shopping space demand. This research objects are 6 shopping malls in Bandung City. There are two models that used in this analysis. First, is the model of Huff’s probability, which is used to estimate the probability of customer’s visit of each shopping center in order to know the competition among the malls. The second model is to estimate the shopping malls demand for the space, which is used to know whether the shopping space is enough or not for the customer so we know how to invest. The study result shows that Bandung Supermall has the highest probability in visiting, with 22,35% visitors of Bandung population. By this result, we also know that Bandung city still has a lack of shopping space about 414,717m2.
Kata Kunci : penyerapan pasar, model Huff, kebutuhan ruang.