MARKET RETURN RISK ANALYSIS BETWEEN SUKUK AND CONVENTIONAL BONDS IN INDONESIA USING IBPA FAIR PRICE DATA WITH VaR AND MONTE CARLO SIMULATION
Yanuar Heru Prakosa Vitranto Yoga, Taufikur Rahman, S.E.
2013 | Tesis | S2 Magister ManajemenSukuk merupakan instrumen investasi yang tergolong baru dan bisa disejajarkan dengan obligasi. Perkembangan sukuk di lain pihak tidak diimbangi oleh pasar yang likuid meskipun di negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim, yang merupakan pasar utama sukuk, karena itu profil resiko pasar dari sukuk masih sulit untuk ditentukan. Terlebih lagi penelitian yang berkaitan dengan sukuk masih sangat jarang. Di lain pihak penelitian-penelitian yang sudah ada hanya mencakup aspek studi kualitatif dari profil resiko sukuk. Banyak penelitian yang dilakukan sebelumnya secara kualitatif mempelajari profil resiko sukuk dari sudut pandang fundamental dari sukuk. penelitian-penelitian tersebut sampai kepada kesimpulan yang serupa yaitu sukuk punya profil resiko yang lebih besar berkaitan dengan struktur fundamental dari sukuk. Sebagai akibatnya apabila suatu pasar memang efisien maka resiko pasar sukuk harus mencerminkan kesimpulan yang serupa. Di lain pihak penelitian yang dilakukan oleh Cakir dan Raei (2007) menyimpulkan bahwa sukuk punya efek mengurangi resiko portofolio yang terdiri dari obligasi konvensional. Hal ini bisa berarti dua hal, yang pertama sukuk punya profil resiko pasar lebih rendah dibandingkan obligasi konvensional atau sukuk punya level resiko yang serupa namun korelasi yang rendah dengan resiko obligasi konvensional. Penelitian yang dilakukan Nurjanah (2010) menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara resiko pasar sukuk dengan obligasi konvensional. Namun, untuk beberapa alasan yang dijelaskan lebih lanjut dalam laporan, penulis merasa perlu memferivikasi hasil dari penelitian Nurjanah (2010). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari profil resiko return pasar dari sukuk dan membandingkannya dengan obligasi. Sampel untuk penelitian ini terbatas pada sukuk dan obligasi perusahaan di Indonesia yang punya maturity dan rating perusahaan yang sama. Hal ini untuk menghilangkan efek maturity dan rating kredit terhadap perbandingan resiko antara sukuk dan obligasi. Untuk mengukur resiko pasar, peneliti menggunakan metode Value at Risk yang telah digunakan oleh banyak institusi keuangan untuk mengukur tingkat resiko. Pengukuran resiko itu sendiri menggunakan dua macam metode, yang pertama metode konvensional dan yang kedua memakai metode Monte Carlo simulation untuk memastikan hasil yang tepat. Terakhir, untuk membandingkan perbedaan peneliti menggunakan metode statistik paired t-test yang mengukur signifikansi perbedaan resiko pasar obligasi dan sukuk. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa sukuk punya resiko pasar yang signifikan lebih kecil daripada obligasi konvensional. Hasil ini konsisten pada dua metode yang digunakan dalam pengukuran yaitu konvensional dan simulasi Monte Carlo dengan α 5 persen.
Sukuk investment is relatively new kind of investment which equivalent with bonds. The rapid development of sukuk especially in Moslem majority countries have not accommodated by liquid market, therefore, the market risk profiling of sukuk investment also hard to be determined. Moreover, the research on this subject is relatively scarce compared to other kind of investment instruments. On the other hand most of the available research only covers qualitative study on sukuk risk profile. The previous studies of sukuk show many argument related to its various risk profiles. Many of the qualitative studies focus on the fundamental study of sukuk to interpret the risk profile of sukuk. All of them came into similar conclusions that sukuk has higher risk compared to conventional bonds due to its fundamental structure. As the market to be efficient the market risk profile also should reflect similar conclusion. On the other hand a quantitative research conducted by Cakir and Raei (2007) concluded that sukuk has effect on decreasing the portofolio risk consist of conventional bonds. This open for possibilities that sukuk is less risky than bonds or it might just have the same level of market risk but with low correlation with bonds risk. The study by Nurjanah (2010) concluded that there is no significant difference between sukuk and conventional bonds market risks. However, for some reasons elaborated further in the report, the author needs to verify the results from the research of Nurjanah (2010). Therefore, this research aims to study the market risk profile of sukuk compared to conventional bonds. The sample is limited to corporate sukuk and bonds in Indonesia which have pair in terms of maturity and corporate ratings. This was due to eliminate the effect of maturity and credit rating in the risk comparisons among them. In order to measure the market risk the author chose Value at Risk measurement which has been widely used by many financial institutions to measure their risk level. The measurement itself utilizes two kinds of methods, the conventional and Monte Carlo simulation to verify the results. Finally to compare the difference the author use paired t-test method to statistically measure the significance of market risk difference between sukuk and conventional bonds. The result shows that sukuk has relatively significant lower market risk exposure compared to conventional bonds. The result is consistent in both conventional measurement and Monte Carlo simulation with α 5 percent. The results show that the mean difference between sukuk and bond market risk is inversely significant.
Kata Kunci : sukuk, obligasi, resiko pasar, Value at Risk, Monte Carlo simulation