ANALISIS STRATEGI PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA DALAM PENGELOLAAN KAWASAN MALIOBORO UNTUK MEWUJUDKAN MALIOBORO NYAMAN SEBAGAI DESTINASI PARIWISATA UTAMA
Sigit Kusuma Atmaja, Wakhid Slamet Ciptono, MBA., MPM., Ph.D.
2013 | Tesis | S2 Magister ManajemenPemerintah Kota Yogyakarta sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pelayanan wisatawan, membuat sebuah kebijakan dengan membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Kawasan Malioboro. Tulisan ini bertujuan untuk Mengidentifikasi permasalahan di Malioboro yang dihadapi Pemerintah Kota Yogyakarta dan Menganalisa strategi yang dijalankan oleh Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Kawasan Malioboro dalam mewujudkan Malioboro sebagai Destinasi Pariwisata Utama di Kota Yogyakarta. Logical frame work analyisis sebagai model analisis dalam tulisan ini diharapkan dapat membantu untuk menguraikan permasalahan yang ada di Malioboro, penentuan tujuan, potensi yang dimiliki sampai pada sebuah analisis logis tentang runutan secara logis implementasi program yang akan dijalankan. Analisis ini juga Membantu untuk mengenali skala prioritas capaian program, serta memastikan jika input dan output program tidak saling membingungkan antara satu dengan yang lain, dan mengidentifikasi capaiancapaian diluar target yang sebelumnya tidak diketahui. Model analisis ini juga menyediakan suatu dasar untuk melakukan monitoring dan evaluasi dengan mengidentifikasi indikator-indikator kesuksesan. Pergeseran Malioboro sebagai ruang publik menjadi ruang privat, dimana setiap titik lokasi merupakan ruang untuk menjalankan bisnis, telah merubah citra Malioboro dari yang dulunya bersahabat menjadi sebuah lokasi wisata yang penuh nuansa bisnis. Usaha untuk mewujudkan Malioboro yang nyaman sebagai destinasi pariwisata utama perlu didukung oleh seluruh stakeholders yang ada di Malioboro. Kesamaan visi dan misi diantara stakeholders yang ada perlu untuk diwujudkan terlebih dahulu sebelum melaksanakan program-program yang lain. Penetapan visi dan misi secara bersama-sama diantara stakeholders yang ada juga harus diikuti dengan ketaatan stakeholders akan visi bersama tersebut, sehingga berjalannya program penataan kawasan Malioboro akan semakin mudah dan lancar karena didukung oleh seluruh komponen stakeholders yang ada di Malioboro.
Malioboro is an icon for Yogyakarta as Touirism City . It’s fame could attract people throughout Indonesia and even all around the world leading to the image that coming to Yogyakarta is imperfect without visiting Malioboro. Due to this prominent role, Malioboro should be managed and developed well physically as well as non-physically and all the effort is about visitor satisfaction. Therefore Yogyakarta Municipal Tourism Office as the one who has authority and responsibility for tourism service, consider the need to establish Technical Unit office to manage Malioboro. This research aims are to identify potensial problems stemmed from Malioboro and to analyze strategies implemented by Technical Unit Office of Malioboro to solve the problem. It takes Logical Framework Analysis model to help identifying problems, purposes and logical analysis related to the program implementation. This analysis is also used to find out program achievement priority, ensure the relevance between input and output and also pinpoint the achievements beyond the targets. Logical Framework Analysis could be the baseline to conduct monitoring and evaluating achievement indicators. The shift of Malioboro from amicable private place to business area, defines Malioboro as a business-nuance place of interest leading to achieve goal as the ultimate tourism destination. Therefore, sharing similar vision and mission among the stakeholders is the first priority. It should be followed by determination of all stakeholders abiding the vision. All of this will facillitate to manage and conduct programmes for better Malioboro
Kata Kunci : Pergeseran Malioboro sebagai ruang publik menjadi ruang privat - Penetapan visi dan misi secara bersama-sama diantara stakeholders