Laporkan Masalah

KONSTRUKSI KONFLIK ANTARMASYARAKAT PESISIR DALAM RENCANA PENAMBANGAN PASIR BESI DI KABUPATEN KULON PROGO

Eka Zuni Lusi Astuti, Prof. Dr. Susetiawan, SU

2013 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Penelitian ini dilakukan di Pedukuhan IV Gupit, Pedukuhan V dan VI Siliran, serta Pedukuhan XVII Imorenggo, Desa Karangsewu, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo di mana terjadi konflik akibat rencana penambangan dan pemrosesan pasir besi. Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat pesisir dan Pemda Kabupaten Kulon Progo, PT. JMI, PPLP dan pihak eksternal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna konflik antarmasyarakat pesisir. Oleh karena itu, digunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif interpretatif. Sementara itu, interpretasi hasil penelitian menggunakan teori dramaturgi karya Erving Goffman. Konflik horizontal antarmasyarakat pesisir bagaikan pementasan drama. Di back stage, para aktor mengkonstruksikan masyarakat pro dan masyarakat kontra. Aktro pro penambangan terdiri dari Pemda Kabupaten Kulon Progo, PT. JMI dan mitranya yaitu Tim Delapan dan Aliansi. Sedangkan aktor kontra terdiri dari LSM, partai politik, dan akademisi. Para aktor melakukan collaborative manufacture untuk menciptakan definisi situasi dan peranan. Pertama, PT. JMI dan Pemerintah melakukan collaborative manufacture dengan membuat payung regulasi yang mengatur dan memberikan kekuatan hukum terhadap rencana penambangan dan pemrosesan pasir besi. Regulasi tersebut meliputi Kontrak Karya, Perda RT-RW, dan AMDAL. Kedua, Pemda menciptakan definisi situasi di lingkungannya bahwa SKPD harus mendukung rencana penambangan dan pemrosesan pasir besi. Ketiga, Pemda dan PT. JMI melakukan sosialisasi rencana penambangan dan pemrosesan pasir besi di wilayah pesisir. Sosialisasi ini dilakukan untuk membentuk peranan masyarakat pro penambangan. PT. JMI menggandeng Tim Delapan dan Aliansi untuk menyukseskan sosialisasi sekaligus membangun kekuatan tandingan dalam menghadapi PPLP. Di sisi lain, aktor kontra penambangan melakukan provokasi terhadap PPLP untuk menolak penambangan. Awalnya, upaya tersebut menuai sukses. Akan tetapi lambat laun PPLP melepaskan diri dari pengaruh pihak eksternal karena merasa dimanfaatkan untuk mencapai kepentingan pihak eksternal. Meskipun demikian, konflik horizontal antarmasyarakat pesisir tetap dipentaskan di front stage. Setting pementasannya adalah kehidupan masyarakat pesisir paska konflik pasir besi di mana diwarnai dengan disintegrasi sosial masyarakat pesisir. Masyarakat pro menjadi representasi aktor pro. Sebaliknya, masyarakat kontra menjadi representasi aktor kontra. Keduanya menampilkan personal front dengan gaya yang saling bertentangan. Namun demikian, konflik horizontal berupa disintegrasi sosial hanya terjadi pada hubungan sosial antara masyarakat pro dan masyarakat kontra serta dalam ranah kelembagaan sosial. Sementara itu, hubungan sosial antarindividu masih terintegrasi. Jadi, konflik horizontal bukanlah konflik yang sebenarnya karena hanya merupakan representasi konflik vertikal yang diciptakan oleh para elit. Konflik pasir besi adalah konflik kepentingan para elit yang berbasis sumber daya ekonomi produksi

This Research was done in IV Gupit Hamlet, V and VI Siliran Hamlet, also in XVII Imorenggo Hamlet, Karangsewu Village, Galur Sub-District, Kulon Progo Regency where there has been happening conflict because of mining plans and iron sands processing. The informants of this research are coastal people and local government of Kulon Progo Regency, JMI (Jogja Magasa Iron) Limited Company, PPLP and External party. The aim of this research was to know the meaning of conflict among coastal people. So, this research method is qualitative with interpretative descriptive approach. Meanwhile the interpretation of the result used dramaturgy theory by Erving Goffman. Horizontal conflict among coastal people seems like theatrical drama. In the back stage, the actors are constructing pro people and contra people. Mining pro actors consist of Kulon Progo Regency Local Government, JMI Limited Company and their colleague, it is Tim Delapan and Alliance. Whereas the contra actors are consist of LSM (Non Governmental Organization), political party, and academician. The actors do collaborative manufacture for creating definition of circumstances and role. Firstly, JMI Limited Company and Government do collaborative manufacture by make regulation protection that manage and give law power toward mining plans and iron sands processing. That regulation includes Contract of Work, RT-RW (Spatial and Territories Local Regulation), and AMDAL (Environment Impact Analytical). Secondly, Local Government creates circumstances definition in their area that SKPD (Regional Work Units) must support the mining plans and iron sands processing. Thirdly, Local Government and JMI Limited Company socialized mining plans and iron sands processing in the coastal area. This socialization do for build pro mining people’s role. JMI Limited Company ask apart Tim Delapan and Alliance for succeeding socialization and build rivals power to face PPLP (Farmers Coastal Land Union) all at once. On the other hand, mining contra actors do provocation toward PPLP to refuse the mining. At the beginning, that effort was succeed. But as long as time runs, PPLP has been seceding from external influence because they feel that external party take the benefit off from them just to reach the external party affair. Nevertheless, among coastal people horizontal conflict still perform in front stage. The performance setting was coastal people life post iron sands conflict where coloured by coastal social community disintegration. Pro people become pro actors representation and contra people become contra actors representation. They both show the personal front with contradiction each other style. However, horizontal conflict which is social disintegration just happens in social relationship between pro people and contra people, and social institution domain. Meanwhile, inter individuals social relationship still integrated. So, horizontal conflict is not substantively conflict because it just vertical conflict representation that made by elite. Iron sands conflict is conflict affair of elite that based on production economical resource.

Kata Kunci : aktor konflik, konstruksi konflik, konflik horizontal, back stage, front stage, collaborative manufacture


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.