Laporkan Masalah

EVALUASI LAHAN PERMUKIMAN DENGAN PENDEKATAN BENTUKLAHAN DI DAERAH RAWAN GEMPA (KECAMATAN PUNDONG, KABUPATEN BANTUL)

Noor Istifaiyah, Prof. Dr. rer. nat. Junun Sartohadi, M.Sc.

2013 | Tesis | S2 Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana

Kecamatan Pundong merupakan salah satu daerah di Kabupaten Bantul yang termasuk dalam kawasan rawan gempa. Pada peta bencana gempabumi, Kecamatan Pundong masuk dalam kategori zona magnitude 5 SR dengan skala VI-VII MMI. Kejadian gempa tanggal 27 Mei 2006 telah menimbulkan kerusakan parah pada permukiman. Evaluasi lahan dilakukan untuk menilai kesesuaian penggunaan lahan sebagai permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mengetahui kesesuaian lahan permukiman di Kecamatan Pundong sekarang ini, 2. Mengetahui kesesuaian lahan untuk lokasi pembangunan permukiman baru dengan pertimbangan gempa berdasarkan pendekatan bentuklahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan bentuklahan untuk menentukan titik sampel. Teknik penentuan sampel yang digunakan adalah purposive sampel dalam menentukan bentuklahan dan sampel acak berstrata dalam menentukan penggunaan lahan. Analisis hasil penelitian menggunakan teknik pengharkatan untuk menentukan kelas kesesuaian lahan. Kelas kesesuaian lahan dibagi kedalam 3 kelas yakni kelas sesuai (S1), kelas cukup sesuai (S2) dan kelas tidak sesuai (N). Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa luas permukiman di Kecamatan Pundong adalah 4,05 km², dengan persentase kelas kesesuaian lahan permukiman S1 sebesar 46,07%; kelas kesesuaian lahan S2 sebesar 9,87%; dan kelas kesesuaian lahan N sebesar 44,05%. Parameter jarak terhadap sesar memberikan pengaruh terhadap kelas kesesuaian lahan. Pada kelas kesesuaian lahan N tanpa adanya parameter jarak terhadap sesar, memiliki persentase luas 57%. kelas kesesuaian N mengalami kenaikan 10% menjadi 67%, ketika paramter jarak terhadap sesar dimasukan sebagai kriteria kesesuaian lahan permukiman. Bentuklahan yang dapat dioptimalkan sebagai pengembangan lokasi permukiman baru terdapat pada dataran fluvio gunungapi, dataran banjir, dataran aluvial dan perbukitan denudasional dengan kemiringan < 15%.

Pundong sub-district is one of area in Bantul regions that included in earthquake prone area. On the earthquake hazard map, Pundong sub-district included into zone with category magnitude 5 SR and VI-VII MMI scale. On May 27, 2006 an earthquake of Bantul has severity affected settlement. Land evaluation has done to analysis of suitability land with landuse as settlement. This study has objective to: 1. knowing the suitability of land settlement in Pundong sub-district present; 2. knowing the suitability of land for the new location of settlement using consideration of earthquake based on landforms approach. This study use landforms approach to determine the sample. The sampling techniques that used in this study are purposive sampling to determine landform and stratified random sampling to determine landuse. The result analysis in this study use scoring method and overlay to determine the land suitability classes. Land suitability classes are divided into three classes these are suitable class (S1), sufficiently suitable class (S2) and not suitable class (N). The results of this study indicate that the vast total of settlement in Pundong sub-district is 4.05 km², with a percentage of land suitable class for settlement (S1) is 46.07%; land sufficiently suitable class (S2) is 9.87% and land not suitable class (N) is 44.05%. The parameter of distance to fault has influence on the land suitability classes. In not suitable class (N) without parameters distance to fault has percentage of 57% and this value increased 10% became 67%, when the parameter of distance to fault is taken into land suitability criteria for settlement. Landform that can be optimized as development of location new settlement is fluvial volcanic plains, flood plains, alluvial plains and hills denudation with a slope less than 15%.

Kata Kunci : Evaluasi lahan, permukiman, bentuklahan, dan daerah rawan gempa.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.