PENGARUH STOCK SPLIT TERHADAP RETARN SAHAM, FUTURE PROFITABILITT, DAN LIKUIDITAS PERDAGANGAN SAHAM
Permadi, Prof. Dr. Eduardus Tandelilin, M.B.A.
2013 | Tesis | S2 Magister ManajemenStock split akan berkaitan dengan signalling theory serta trading range theory. Signalling theory menyatakan bahwa stock split membawa suatu konten informasi yang bernilai dari manajer perusahaan kepada para pemegang saham maupun calon investor. Hanya perusahaan yang memiliki kinerja yang baik saja yang melakukan stock split. Selain itu berkaitan dengan trading range theory, stock split juga dilatarbelakangi oleh keinginan manajemen perusahaan untuk membuat saham perusahaannya tetap berada dalam range harga perdagangan yang optimum, untuk menjaga likuiditas perdagangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kembali apakah pada periode pengamatan 2004-2010 peristiwa stock split membawa suatu kandungan informasi yang bernilai, sehingga berdampak pada return sahamnya, serta untuk membuktikan apakah stock split dapat digunakan sebagai sinyal bagi investor untuk menilai future profitability-nya, dan menguji apakah terdapat perbedaan pada likuiditas perdagangan saham antara sebelum dan sesudah stock split. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada periode penelitian ini stock split berdampak pada return saham, dilihat dari adanya abnormal return di sekitar peristiwa stock split. Hasil analisa lain menyimpulkan stock split tidak bisa dijadikan sebagai sinyal tentang kinerja perusahaan di masa depan akan membaik, serta terdapat perbedaan likuiditas perdagangan antara sebelum dan sesudah stock split.
Stock split will be associated with the signaling theory and the theory of trading range. Signalling theory states that stock split bringing content valuable information from the manager of the company to shareholders and prospective investors. Only companies that have performed well are the stock-split. Other than that associated with the trading range theory, a stock split is also motivated by the desire of enterprise management to make company stock remained in the optimum range of trading prices, to maintain liquidity trading. The purpose of this study was to look back if the observation period 2004- 2010 event of a stock split to bring valuable information content, so the impact on stock returns, as well as to prove whether the stock split can be used as a signal for investors to assess its future profitability, and test whether there is a difference in the liquidity of stock trading before and after the stock split. The results showed that during the period of this study splits affect stock returns, judging from the presence of abnormal returns around stock split event. The results of another analysis concluded stock split can not be used as a signal about future company performance will be improved, and there is a difference between trading liquidity before and after the stock split.
Kata Kunci : Stock split, return saham, future profitability, likuiditas