PRODUKTIVITAS, PENDAPATAN DAN PERILAKU PETANI TERHADAP RISIKO USAHATANI KENTANG VARIETAS GRANOLA DAN ATLANTIC DI SENTRA PRODUKSI KABUPATEN BANJARNEGARA
PUJIHARTO, S.P., M.P., Prof. Dr. Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, M.S.
2013 | Disertasi | S3 Ekonomi PertanianPenelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) produktivitas dan risiko produktivitas kentang varietas Granola dan Atlantic per musim tanam serta faktorfaktor apa yang mempengaruhi; (2) pendapatan dan risiko pendapatan usahatani kentang varietas Granola dan Atlantic per musim tanam serta faktor-faktor apa yang mempengaruhi; dan (3) perilaku petani terhadap risiko usahatani kentang varietas Granola dan Atlantic per musim tanam serta faktor-faktor apa yang mempengaruhi perilaku petani terhadap risiko. Penelitian dilakukan di Wilayah Kabupaten Banjarnegara di tiga kecamatan yaitu Batur, Pejawaran dan Wanayasa. Dari jumlah sampling frame sebanyak 270 petani diperoleh sampel petani sebanyak 151 orang. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini dengan uji beda rata-rata, uji beda varian dan uji beda nyata terkecil. Hasil penelitian menunjukkan: (1) produktivitas kentang varietas Granola tidak berbeda dengan varietas Atlantic pada semua musim tanam. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas adalah jumlah tenaga kerja, benih, pupuk phonska, fungisida, dan insektisida. Tingkat serangan hama penyakit berpengaruh menurunkan produktivitas kentang. Risiko produktivitas kentang varietas Atlantic lebih besar dibanding varietas Granola. Faktor yang bersifat menurunkan risiko produktivitas (risk reducing) adalah jumlah pupuk organik, fungisida dan insektisida. Sedangkan tingkat kemiringan lahan bersifat meningkatkan risiko produktivitas (risk inducing); (2) pendapatan usahatani kentang varietas Granola lebih besar dibanding varietas Atlantic pada semua musim tanam. Luas tanam berpengaruh meningkatkan pendapatan sedangkan upah tenaga kerja, harga pupuk organik, harga pupuk phonska dan tingkat serangan hama penyakit berpengaruh menurunkan pendapatan. Risiko pendapatan usahatani kentang varietas Granola lebih tinggi dibanding varietas Atlantic. Luas tanam berpengaruh menurunkan risiko pendapatan (risk reducing) sedangkan upah tenaga kerja, harga pupuk organik, harga benih, harga pupuk phonska dan tingkat serangan hama penyakit berpengaruh meningkatkan risiko pendapatan (risk inducing); (3) Petani kentang di lokasi penelitian sebagian besar bersifat risk averter. Persentase petani yang menanam kentang varietas Atlantic yang bersifat risk averter lebih besar dibanding petani yang menanam varietas Granola. Faktorfaktor yang berpengaruh terhadap peningkatan keengganan petani terhadap risiko adalah tingkat serangan hama penyakit dan risiko produktivitas. Sedangkan luas tanam, pendidikan petani dan pendapatan luar usahatani berpengaruh terhadap penurunan keengganan atau meningkatkan keberanian petani terhadap risiko.
The research aims to determine: (1) productivity and risk of production of potato farming for Granola and Atlantic varieties and their influencing factors; (2) income and income risk of potato farming for Granola and Atlantic varieties each cropping season and their influencing factors; and (3) farmers behavior toward risks of potato farming of Granola and Atlantic varieties and factors influencing farmers behavior towards risk. This research was conducted in the three districts of Banjarnegara Regency, those are Batur, Pejawaran and Wanayasa. From a sampling frame of 270 farmers, it was taken 151 farmers as sample by applying purposive sampling method. Statistical t-test, test of variance and ordinary least square. (OLS) were applied in analysis. The result of the research showed that: (1) productivity of Granola variety is not significantly different from Atlantic variety. Factors influencing the increase in productivity are number of labors, seeds, phonska fertilizer, fungicides, and insecticides while pest disease attack is a factor decreasing the potato productivity. Risk of production for Atlantic variety is higher than that of Granola variety. The risk of production was deterimned by the number of organic fertilizer, fungicides and insecticides while the land sloping is a risk inducing factor; (2) Income from Granola farm was greater than Atlantic variety in all seasons. Farm size is a significant factor that influence in increasing income, meanwhile labors wage, organic fertilizer prices, phonska fertilizer prices and the level of pest disease attack were reducing income. Income risk of Granola variety is higher than Atlantic variety in potato farming. Farm size was mostly reducing income risk meanwhile labors wage, organic fertilizer prices, seed prices, phonska fertilizer prices and the level of pest disease attack will increase the risk of income; (3) Most farmers in these area are risk averter who were mostly planting Atlantic variety and the risk loving or neutral farmers chosed to plant Granola variety. The factors to induce their risk aversion are the level of pest disease attack and productivity risk. Meanwhile farm size, farmer education and off-farm income influence the preference of farmers toward risk..
Kata Kunci : produktivitas, risiko produktivitas, pendapatan, risiko pendapatan, perilaku petani terhadap risiko.