Laporkan Masalah

ANALISIS SPASIAL POLA SEBARAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN DI KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2007-2010

Ratnaningsih Damayanti, Prof. Mudrajad Kuncoro

2013 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Jumlah perumahan di Kabupaten Sleman terus bertambah selama beberapa tahun terakhir. Kabupaten Sleman memegang peringkat pertama di wilayah DIY pada konstribusi sektor bangunan terhadap PDRB kabupaten selama tahun 2007- 2010. Hal ini menunjukkan bahwa di Kabupaten Sleman terdapat aktivitas pembangunan perumahan yang paling tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persebaran perumahan di Kabupaten Sleman selama tahun 2007- 2010, menganalisis konsetrasinya, dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsentrasi pembangunan perumahan. Penelitian ini dianalisis dengan Sistem Informasi Geografi (SIG) dengan software ArcGIS 10.1, Indeks Williamson, dan regresi berganda data panel. SIG dipergunakan untuk melihat persebaran geografis perumahan menurut kecamatan. Indeks Williamson dipergunakan untuk melihat ketimpangan pembangunan dan mengetahui konsentrasi yang terjadi. Regresi berganda data panel dipergunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah pembangunan perumahan di Kabupaten Sleman selama tahun 2007-2010. Penelitian ini ingin menangkap pengaruh faktor spasial, ekonomi, dan demografi terhadap jumlah perumahan di Kabupaten Sleman. Variabel independen berupa jarak dengan CBD terdekat, PDRB per kapita per kecamatan, migrasi masuk, dan kepadatan penduduk per kecamatan. Untuk mengetahui pengaruh faktor lokasi dipergunakan variabel dummy lokasi, yaitu kecamatan. Untuk melihat pengaruh waktu pembangunan dipergunakan variabel dummy waktu pembangunan. Penelitian ini menunjukkan bahwa perumahan di Kabupaten Sleman dalam kategori “banyak” terdapat di Kecamatan Ngaglik, Depok, dan Mlati. Kategori “sedang” terdapat di Kecamatan Godean, Gamping, Ngemplak, dan Kalasan. Kecamatan dalam kategori “sedikit” adalah Kecamatan Moyudan, Minggir, Seyegan, Sleman, Tempel, Turi, Pakem, Cangkringan, Berbah, dan Prambanan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terjadi konsentrasi pembangunan perumahan. Hal ini mengakibatkan terjadinya ketimpangan pembangunan perumahan. Pembangunan perumahan terkonsentrasi di Keamatan Ngaglik, Depok, dan Mlati. Variabel independen yang berpengaruh terhadap jumlah perumahan adalah jarak dengan pusat kegiatan ekonomi (CBD), PDRB per kapita, migrasi masuk per kecamatan, dan kepadatan penduduk per kecamatan.

Number of housing in District of Sleman continues to grow over the past few years. Sleman holding the first rank in the DIY in the construction sector contributes to GDP district during the year 2007-2010. This indicates that there is highest housing development activity occur in this district. This study aims to analyze the distribution of housing in District of Sleman during the year 2007- 2010, analyze its concentration, and analyze the factors that affect the concentration of housing development. This study analyzed with geographic information system (GIS) using ArcGIS 10.1 software, Williamson Index and panel data regression. GIS is used to look at the geographical distribution of housing according to sub districts. Williamson index used to see inequality and determine the concentration of development that occurs. Panel data regression is used to determine the factors that affect the amount of residential development in District of Sleman during the year 2007- 2010. This study wanted to capture the influence of spatial factors, economics, and demography on the amount of housing in the District of Sleman. Independent variables such as distance to the nearest central business district (CBD), GDP per capita by sub district, in migration, and population density per sub district. To determine the effect of spatial factors used dummy variable locations, that is sub districts. To see the effect of the time factor used time dummy variable, that is year due to residential development. This study shows that residential in District of Sleman in the category of \"a lot\" contained in Sub district Ngaglik, Depok, and Mlati. Category of \"moderate\" contained in the Sub district Godean, Gamping, Ngemplak, and Kalasan. In the category of \"little\" are the Sub district Moyudan, Minggir, Seyegan, Sleman, Tempel, Turi, Pakem, Cangkringan, Berbah, and Prambanan. These results indicate that there is concentration of housing development. This resulted in the imbalance of housing development. Housing construction is concentrated in Sub district of Ngaglik, Depok, and Mlati because the location is close to the center business district (CBD), a lot of in-migration and population density sub districts.

Kata Kunci : analisis spasial, perumahan, regresi data panel


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.