Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA USIA, JENIS KELAMIN, IMPULSIVENESS, MOOD, TIMING OF REWARDS AND PUNISHMENTS, DAN TASK AVERSIVENESS DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA

Panji Patria Negara, Prof. Djamaludin Ancok, Ph.D.

2013 | Tesis | S2 Psikologi

erilaku menunda P -nunda pengerjaan atau penyelesaian suatu tugas merupakan gejala yang seringkali kita temui di berbagai ranah kehidupan. Di dalam dunia psikologi, penundaan ini disebut dengan istilah prokrastinasi. Prokrastinasi yang terjadi pada ranah akademik dikenal dengan sebutan prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan faktor-faktor penyebab prokrastinasi akademik yang dinyatakan oleh Steel (2007), yaitu usia, jenis kelamin, impulsiveness, mood, timing of rewards and punishments, dan task aversiveness dengan prokrastinasi akademik mahasiswa. Subjek penelitian ini terdiri dari mahasiswa program sarjana dan magister sains fakultas psikologi Universitas Gadjah Mada yang berjumlah 90 orang. Selain terdaftar sebagai mahasiswa program sarjana dan magister sains, kriteria subjek dalam penelitian ini adalah telah melewati batas ideal kelulusan studi. n, Uji hipotesis menunjukkan bahwa usia, jenis kelami impulsiveness, mood, timing of rewards and punishments, dan task aversiveness secara bersama-sama memiliki hubungan dengan prokrastinasi akademik (p = 0,000 < 0,05) dengan sumbangsih sebesar 56,4%. Namun demikian, uji hipotesis parsial menunjukkan bahwa usia (p = 0,078 > 0,05) dan jenis kelamin (p = 0,967 > 0,05) tidak memiliki hubungan dengan prokrastinasi akademik. Faktor-faktor lainnya, yaitu impulsiveness (p = 0,001 < 0,05), mood (p = 0,001 < 0,05), timing of rewards and punishments (p = 0,007 < 0,05), dan task aversiveness (p = 0,002 < 0,05) secara parsial memiliki hubungan yang signifikan dengan prokrastinasi akademik.

-

Kata Kunci : prokrastinasi akademik, usia, jenis kelamin, impulsiveness, mood, timing of rewards and punishments, dan task aversiveness.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.