ANALISIS KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN NGADA SEBELUM DAN SESUDAH PEMEKARAN
Maria Fransiska Wist Towa, Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A., Akt.
2013 | Tesis | S2 Magister Ek.PembangunanPenelitian tentang analisis kemampuan keuangan daerah Kabupaten Ngada sebelum dan sesudah pemekaran ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis kemampuan keuangan daerah Kabupaten Ngada yang ditunjukkan melalui Derajat Otonomi Fiskal (DOF), Indeks Kemampuan Rutin (IKR) dan Indeks Penampilan PAD (IPAD), menganalisis perbedaan kemampuan keuangan daerah Kabupaten Ngada sebelum dan sesudah pemekaran wilayah melalui Derajat Otonomi Fiskal (DOF), Indeks Kemampuan Rutin (IKR) dan Indeks Penampilan PAD (IPAD), menganalisis hubungan antara kemampuan keuangan daerah dengan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ngada. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dalam bentuk runtun waktu (time series) dengan periode pengamatan dari tahun 2002 sampai 2011. Alat analisis yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian tersebut di atas adalah indikator kemampuan keuangan daerah melalui Derajat Otonomi Fiskal (DOF), Indeks Kemampuan Rutin (IKR) dan Indeks Penampilan PAD (IPAD), uji t berpasangan (paired samples test) dan korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan keuangan daerah Kabupaten Ngada masih sangat rendah, dimana Derajat Otonomi Fiskal (DOF) sangat kurang karena berada antara rasio ?? 10 persen, Indeks Kemampuan Rutin (IKR) sangat kurang karena berada antara rasio ?? 20 persen dan Indeks Penampilan PAD (IPAD) lemah karena IPPAD ?? 1. Ada perbedaan perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan keuangan daerah antara kondisi sebelum dan sesudah pemekaran wilayah Kabupaten Ngada yang ditunjukkan oleh Derajat Otonomi Fiskal (DOF). Tidak ada hubungan antara indikator kemampuan keuangan daerah (DOF, IKR dan IPPAD) dengan pertumbuhan ekonomi melalui indikator PDRB Kabupaten Ngada.
The research is to analysis the local financial capability of Ngada Regency before and after the expansion aims to measure and analyze local financial capacity of Ngada Regency indicated by Fiscal Autonomy Degree (DOF), Routine Capacity Index (IKR) and PAD Performance Index (IPPAD), analyze the difference of local financial capability of Ngada Regency before and after the expansion through Fiscal Autonomy Degree (DOF), Routine Capacity Index (IKR) and PAD Performance Index (IPPAD), analyze the correlation between local financial capability with the economic development of Ngada Regency. The data types, used in this research was secondary data in the form of time series with the observation period was from 2002 to 2011. The analysis tool to answer the research's purpose above were the indicator of local financial capability through Fiscal Autonomy Degree (DOF), Routine Capacity Index (IKR) and PAD Performance Index (IPPAD), paired samples test and pearson correlation. The research finding showed that the local financial capability of Ngada Regency was still low, where the Fiscal Autonomy Degree (DOF) was very less because the ratio is between < 10 percent, Routine Capacity Index (IKR) had shortage since it is between < 20 percent and the ratio of PAD Performance Index (IPPAD) was poor because IPPAD was ?? 1. There was no significant difference of the local financial capability between before and after the expansion of Ngada Regency showed by Fiscal Autonomy Degree (DOF). There was no correlation between the indicators of local financial capability (DOF, IKR and IPPAD) with the indicators of economic development through the indicator of GDP's Ngada Regency.
Kata Kunci : kemampuan keuangan daerah, pemekaran daerah, pairs samples test, korelasi pearson