Laporkan Masalah

Konsep Saged: Spirit Arsitektur Kota Kecil

Djoko Wijono, Ir. M.Arch., Prof. Dr. Ir.Sri Harto Brotowirjatmo, Dip.H.

2013 | Disertasi | S3 Teknik Arsitektur

Praktek merancang kota di Indonesia cenderung mengadopsi konsep dan teori (terutama normatif) yang berasal dari mancanegara. Kondisi ini diperkirakan sebagai akibat terbatasnya perkembangan konsep dan teori arsitektur kota (deskriptif maupun normatif). Riset bertujuan merumuskan teori deskriptif mengenai arsitektur kota yang diangkat dari pemaknaan fenomena dan karakteristik arsitektur yang berkembang dalam dinamika kehidupan yang ada di tujuh kota kecil di Yogyakarta. Karakteristik ruang geometris dan fungsional menggambarkan eksistensi ruang kota sebagai fenomena arsitektur kota yang dipahami melalui penelusuran karakteristik bentuk dan ruang kota berdasarkan analisis kuantitatif dan grafis terhadap volume, konsentrasi, serta ketersebaran komponen fisik dan kegiatan yang diperoleh dengan cara observasi. Konsep-konsep substantif mengenai lokasi kota, hunian, ruang ekonomi, ruang sosial, dan fisik dirumuskan dari pemaknaan terhadap fenomena-fenomena transaksi dan pertukaran produk antar daerah, lokasi bertempat tinggal, lokasi tempat usaha, interaksi penduduk asli dan pendatang, peran fasilitas dan infrastruktur kota, serta arsitektur bangunan melalui analisis induktif-kualitatif-fenomenologis terhadap satuan-satuan informasi yang digali melalui wawancara mendalam tak terstruktur. Analisis intensif terhadap karakteristik ruang geometris dan fungsional serta konsep-konsep substantif menghasilkan teori arsitektur kota kecil yang merupakan entitas rekayasa keruangan yang dibangun oleh kekuatan besar konsep \"saged'; merupakan \"spirit\" yang ada di dalam jiwa setiap individu anggota masyarakat dalam mencari kualitas kehidupan dalam dinamika kota. Saged dipahami sebagai kondisi suatu proses menemukan kualitas kehidupan dengan memanfaatkan kemampuan, kapasitas, dan kapabilitas individu, kelompok, maupun lingkungan yang dilandasi oleh norma-norma yang membangun konsep-konsep lokasi kota, hunian, ruang ekonomi, ruang sosial, dan fisik.

The practice of designing cities in Indonesia tends to adopt concepts and theories (particularly nonnative theories) from foreign countries. Such conditions are due to the paucity of concept development as well as urban architecture theory (descriptive and nonnative). The study aims to fonnulate a descriptive theory in architecture of the city developed from taking meaning toward architectural phenomenon and characteristics exist in the living dynamics of seven small cities in Yogyakarta. Geometric and functional spatial characteristics resemble the existance of urban space as an city architecture phenomenon understood through characteristics of urban fonn and space based on quantitative and graphical analysis towards volume, concentration, as well as the spread of physical components and activities through observational means. The substantial concept concerning city location, dwelling, economic space, social space, and physical space was fonnulated from the meaning taken from the phenomenon of product transaction and exchange between regions, residential locations, business locations, indigenous inhabitant and visitor interactions, role of urban facilities and infrastructure, and architecture of the buildings through an inductive-qualitativephenomenological analysis towards units of infonnation explored through an unstructred in-depth interview. Intensive analysis is perfonned towards the geometric and functional space characteristics as well as the substantive concepts, therefore allowing the fonnulation of a theory of small city architecture that constitutes the spatial engineering entity constructed by the superior power of \"saged'; such concept refers to the spirit within each community member's soul in seeking a quality living within the dynamics of the city. Saged is understood as the state of process in discovering living quality by utilizing the ability, capacity, capability of the individual, group and environment based on the nonns that build the concepts of city location, dwelling, economic space, social space, and physical space.

Kata Kunci : konsep saged, spirit, entitas rekayasa keruangan, kualitas kehidupan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.