Laporkan Masalah

KENYAMANAN TERMAL PADA TAMAN AIR ARSITEKTUR TRADISIONAL BALI

I Wayan Wirya Sastrawan, Dr. Ir. Arif Kusumawanto, MT., IAI.

2013 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur

Demi kebutuhannya, manusia berusaha mengkondisikan lingkungannya agar memberikan kenyamanan bagi dirinya. Ruang luar merupakan salah satu lingkungan tempat manusia beraktivitas selalu dipengaruhi kondisi iklim, sehingga kenyamanan yang dirasakan manusia sangat tergantung kondisi termal lingkungan tersebut. Obyek ruang luar dalam penelitian ini merupakan lingkungan binaan yang direncanakan dengan menerapkan konsep Arsitektur Tradisional Bali dalam pembangunannya, hingga memberikan kenyamanan termal bagi manusia. Fokus penelitian ini adalah kondisi termal yang memberikan kenyamanan di taman air tersebut. Tentu terdapat penempatan elemen ruang luar binaan yang disengaja untuk menciptakan kenyamanan termal. Tujuan penelitian untuk melihat kondisi termal, model penataan taman air dan sejauh mana pengaruh pola penataan taman air dengan konsep Arsitektur Tradisional Bali terhadap kenyamanan termal. Untuk itu dilakukan pengukuran empiris di lapangan kemudian disimulasikan menggunakan software Envi-MET 3.1 dan comfort calculator untuk melihat visualisasi kondisi termal dalam obyek penelitian. Dalam penelitian ini diketahui bahwa kondisi termal di kelima obyek penelitian masih dalam range nyaman. Ditemukan pula elemen yang berpengaruh secara signifikan terhadap kenyamanan termal adalah elemen air yang berdampak penurunan temperatur udara. Serta menemukan tiga model penataan taman air (pola peletakan elemen air) yang mempengaruhi dan memberikan kenyamanan termal dari setiap obyek penelitian. Terakhir diketahui bahwa tiga konsep arsitektur tradisional bali yang konsisten dan berpengaruh pada kenyamanan termal dari lima obyek penelitian.

Humans strive to meet their needs to condition the environment in order to provide them with comfort. Outer space is one of the environments where human activities are always influenced by climate condition, so that the perceived human comfort is highly dependent on thermal environmental condition. The outer space objects in this study are the planned built environments, whose the development is done by applying the concepts of Balinese traditional architecture to provide the thermal comfort for humans. A focus of this study is the thermal conditions that provide comfort at the water park. Of course, the placement of built outer space elements was intended to create thermal comfort. The study aims at finding out the thermal condition, water park arrangement model, and the influence of water park arrangement pattern with the concept of Balinese traditional architecture on thermal comfort. Therefore, an empirical measurement in the field is conducted, and then simulated by using both the Envi-MET software version 3.1 and comfort calculator to see the visualization of thermal conditions in the objects of the study. From results of the study, it can be concluded that the thermal conditions in five objects of the study were still in a comfort range. Element with significant influence on thermal comfort was water, which affected air temperature decrease. The study found three water park arrangement models (water element placement patterns), affecting and providing thermal comfort from each object of the study. It can be concluded that the three concepts of Balinese traditional architectural were consistent and influenced the thermal comfort of the five objects of study.

Kata Kunci : Kenyamanan Termal Ruang Luar,Taman Air, Arsitektur Tradisional Bali


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.