PENGELOLAAN TAMAN PINTAR YOGYAKARTA SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN NON FORMAL
RURRY ANDRYANDA, Dr.Anna Marie Wattie.,M.A.
2013 | Tesis | S2 Mag.Studi KebijakanPemerintah Kota Yogyakarta dengan melihat realitas perkembangan ilmu pengetahuan melakukan terobosan dengan mencanangkan program pembangunan Taman Pintar guna mendekatkan jarak antara perkembangan teknologi yang bersifat eksakta dengan ilmu pengetahuan yang berbasis budaya kepada pelajar dan masyarakat melalui Peraturan Walikota Yogyakarta No. 17 Tahun 2006. tentang Kebijakan Pendirian Taman Pintar Yogyakarta sebagai terobosan dalam pengembangan cara pembelajaran diluar sekolah. Latar belakang penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi pengelolaan Taman Pintar apakah sudah sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan, melihat bagaimana hambatan dan dukungan kepada Taman Pintar, dan persepsi masyarakat penguna Taman Pintar. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada dan memberikan rekomendasi pengelolaan agar lebih baik. Dalam penelitian ini menggunakan beberapa teori diantaranya teori kebijakan publik, teori inovasi pendidikan, dan teori pendidikan Learning by Doing. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Agar mendapat gambaran yang jelas pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pengelolaan Taman Pintar belum dapat dilakukan dengan profesional merujuk pada visi dan misi Taman Pintar. Ini dapat dilihat dari birokrasi pegawai Taman Pintar sering berganti secara cepat, pengunaan sumber daya yang ada seperti alat peraga pembelajaran belum dimanfaatkan secara optimal serta tidak dilakukan perawatan secara baik dan berkala, selain itu dapat dilihat dari mahalnya harga tiket yang harus dibeli oleh pengunjung untuk dapat menikmati semua fasilitas yang ada di Taman Pintar.
Yogyakarta City Government with the reality of the development of science made a breakthrough with the development of Taman Pintar launched a program to close the gap between the technological developments that are exact with science-based culture to students and the public through Regulation mayor of Yogyakarta. 17 of 2006. Establishment Policy Taman Pintar Yogyakarta as a breakthrough in the development of ways of learning outside of school. The background of this research is to evaluate whether the management of Taman Pintar is in accordance with the vision and mission set, seeing how the barriers and support to Taman Pintar, and user perception Taman Pintar. The purpose of this research is to identify the problem and provide management recommendations for the better. In this study using several theories including the theory of public policy, theory of learning by doing, and inovasion educational theory. This study uses descriptive qualitative research approach. To get a clear picture of data collection is done through observation, interviews, and documentary study. The survey results revealed that the management of the Taman Pintar can not be carried out by professionals refer to the vision and mission of the Taman Pintar. It can be seen from the civil bureaucracy Taman Pintar often change rapidly, the use of existing resources such as learning aids have not been used optimally and not treated properly and regularly, but it can be seen from the high prices of tickets that must be purchased by visitors to enjoy all the facilities that exist in Taman Pintar.
Kata Kunci : Pengelolaan, Visi dan Misi, Taman Pintar Yogyakarta