Tingkat Adopsi Petani Terhadap Benih Padi (Oryza sativa L.) Bersertifikat dan Non-Sertifikat di Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman
NOVI KUMALA DEWI, Prof. Dr. Ir. Prapto Yudono, M.Sc.
2013 | Skripsi | PEMULIAAN TANAMANPenggunaan benih bersertifikasi merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas padi. Oleh sebab itu, ketersedian benih unggul bersertifikat bagi petani dalam melakukan kegiatan usaha tani merupakan syarat mutlak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi petani, tingkat produktivitas, tingkat kualitas benih dan pendapatan petani terhadap penggunaan benih padi bersertifikat dan non-sertifikat. Penelitian ini dilaksanakan di empat desa yaitu Desa Purwomartani, Desa Selomartani, Desa Tamanmartani, dan Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, dimana terdapat petani yang menggunakan benih padi bersertifikat dan non-sertifikat. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuisioner terhadap petani yang menggunakan benih padi bersertifikat dan non-sertifikat. Hasil wawancara diolah menggunakan likert dan kemudian dilakukan skoring. Skoring yang diperoleh berbasis data dianalisis lanjut dengan uji t menggunakan software SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi benih bersertifikat lebih rendah dibandingkan non-sertifikat. Meski produktivitas dan pendapatan usaha tani untuk benih bersertifikat ternyata lebih tinggi dibandingkan non-sertifikat. Pada penelitian ini diperoleh data bahwa kualitas untuk benih bersetifikat lebih rendah dibandingkan nonsertifikat dengan adanya kualitas benih bersertifkat yang rendah menjadi penurunan tingkat adopsi pada benih bersertifikat.
The use of certified seed is one of the factors that affect the increase in rice productivity. Therefore, the availability of certified seeds for farmers in farming activities is an absolute requirement. This study aims to determine the level of adoption of farmers, the level of productivity, seed quality and income levels of farmers to use certified seed paddy and non-certificate. The research was conducted in four villages namely Purwomartani, Selomartani, Tamanmartani, and Tirtomartani, Kalasan District, Sleman District, where there are farmers who use certified rice seeds and non-certificate. Techniques of data collection was done by using a questionnaire to interview farmers using certified rice seeds and non-certificate. The results of interviews processed using the Likert scoring is done. Scoring is based on the data obtained were analyzed further by t test using SPSS software version 16. The results showed that the rate of adoption of certified seed is lower than noncertified. Although productivity and farm income for certified seed were higher than noncertified. In this study, data showed that the quality for certified seed is lower than noncertified with the low quality of certified seeds to a reduction in the rate of adoption of certified seed.
Kata Kunci : Oryza sativa L, sertifikat dan non-sertifikat, adopsi, produktivitas, kualitas, pendapatan