Laporkan Masalah

PENGARUH LAMA PENYINARAN ULTRAVIOLET-C DAN CARA PENGEMASAN TERHADAP MUTU BUAH STROBERI (Fragaria x ananassa Duchesne) SELAMA PENYIMPANAN

REZA PAHLEVI NST, Ir. Sri Trisnowati, M.Sc.

2013 | Skripsi | AGRONOMI

Buah stroberi merupakan salah satu komoditas penting di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan semakin banyaknya makanan olahan dari buah stroberi. Namun salah satu masalah pada buah stroberi adalah memiliki umur simpan yang singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyinaran sinar UV-C dan cara pengemasan terhadap mutu buah stroberi dan dapat menentukan lama penyinaran sinar UV-C dan cara pengemasan yang optimal terhadap mutu buah stroberi. Penelitian dilakukan di laboratorium hortikuktura pada bulan meijuni 2012, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial, menggunakan 3 blok sebagai ulangan. Faktor pertama adalah lama penyinaran sinar UV-C yang terdiri dari 4 aras yaitu 0 menit, 5 menit, 10 menit, 15 menit. Faktor kedua adalah cara pengemasan (P) yang terdiri dari 3 aras yaitu tanpa dikemas, dengan cara di vakum kemasannya, diletakan di wadah styrofoam kemudian dibungkus plastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyinaran UV-C tidak berpengaruh terhadap kekerasan, nilai VQR, PTT, AT, kandungan vitamin C, warna, dan umur simpan buah stroberi namun berpengaruh nyata terhadap persentase susut berat, penampilan dan aroma buah stroberi. Penyinaran sinar UV-C dengan menggunakan lampu UV-C 15W tidak dapat membunuh mikroorganisme, khususnya jamur. Cara pengemasan dengan cara di vakum dapat memperpanjang umur simpan hingga rata-rata 10 hari, walaupun tidak berbeda nyata dengan dengan perlakuan styrofoam yang hanya bertahan rata-rata 10 hari hari sedangkan yang tidak dikemas hanya dapat bertahan rata-rata 5 hari. Berdasarkan hasil analisis pada beberapa variabel, kemasan dengan cara di vakum lebih mampu menghambat proses-proses pematangan buah dibandingkan dengan kemasan styrofoam (beda nyata), namun pada variabel PTT, rasa, dan umur simpan tidak berbeda nyata.

increasing number of processed foods of strawberries. However the problem with strawberries is to have a short shelf life. This study aimed to determine the effect of ultraviolet-c irradiation time length and packaging on quality changing of strawberry and can determine the optimal time length of UV-C irradiation and the optimal way of packaging to strawberries quality. The study was conducted in the laboratory of horticulture, laboratory of biotechnology and laboratory of manufacturing process engineering in May until June 2012, using Randomized Complete Block Design (RCBD) factorial, using three blocks as replications. The first factor is the length of UV-C irradiation time consisting of 4 level is 0 minutes, 5 minutes, 10 minutes, 15 minutes. The second factor is a way of packaging (P) consisting of 3 level is no packaged, by vacuuming the packaged, and placed in a styrofoam container and then wrapped in plastic. The results showed that the irradiation time length of UV-C has no effect on firmness, the VQR, total dissolve solid (TDS), titrated acid (TA), the content of vitamin C, color, and shelf life of strawberries but significant different on the percentage of weight shrinkage, appearance and scent of strawberries. UV-C irradiation using UV-C 15W lamps can not kill microorganisms, particularly fungi. By vacuuming the packaged, it can extend shelf life by an average of 10 days, although not significantly different from the treatment of styrofoam which lasted an average of 10 days while the not packed were only survive an average of 5 days. Based on the analysis in several variables, the vacuum packaging able to inhibit the processes of fruit ripening better than styrofoam packing (significant difference), but the variable TDS, taste, and shelf life were not significantly different.

Kata Kunci : kemasan, lama penyinaran, stroberi, UV-C


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.