LAKI-LAKI DALAM PERKAWINAN NYEBURIN DI DESA KUKUH KECAMATAN MARGA KABUPATEN TABANAN
PUTU SETYANINGRUM, Agus Sudaryanto, S.H.,M.Si.
2013 | Tesis | S2 Magister KenotariatanTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab laki-laki melakukan perkawinan nyeburin, kewajiban sentana keceburin terhadap kehidupan rumah tangganya dan kerabat isterinya, sanksi bagi sentana keceburin jika tidak menjalankan kewajibannya di Desa Kukuh Kabupaten Tabanan. Penelitian ini bersifat yuridis sosiologis, karena data primer digunakan sebagai data pokok yang diperoleh dari penelitian lapangan dan data sekunder sebagai data pendukung penelitian yang diperoleh dari penelitian kepustakaan. Pengumpulan data lapangan dilakukan dengan pedoman wawancara, sedangkan data kepustakaan dilakukan studi dokumen. Cara mengambilan sampel dilaksanakan dengan teknik purposive sampling sehingga subjek penelitiannya terdiri dari empat pasangan yang kawin nyeburin, satu orang tua laki-laki yang kawin nyeburin, tiga orang tua perempuan yang kawin nyeburin, dan narasumber lima orang. Hasil penelitian yang diperoleh dari lapangan dan kepustakaan dianalisis secara kualitatif kemudian dibuat dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian menunjukan ada tiga faktor yang menyebabkan laki-laki melakukan kawin nyeburin, yaitu pertama faktor saling mencintai yang kuat dari laki-laki sehingga bersedia melakukan perkawinan nyeburin. Kedua, faktor ekonomi dari pihak perempuan yang lebih kuat dari laki-laki sehingga guna meningkatkan kesejahteraan hidup, laki-laki rela melakukan pernikahan nyeburin. Ketiga, faktor banyaknya anak laki-laki dalam suatu keluarga sehingga mengijinkan salah satu anak laki-lakinya melakukan perkawinan nyeburin. Kewajiban Sentana Keceburin terhadap kehidupan rumah tangganya dan kerabat isterinya berupa kewajiban sekala seperti memelihara secara fisik dan mental isteri dan anak-anaknya serta mencukupi kebutuhan sandang-pangan dan pendidikan, dan kewajiban niskala yaitu kewajiban menyelenggarakan upacaraupacara Panca Yadnya terdiri dari lima jenis upacara suci yang dilakukan oleh umat Hindu untuk mencapai kesempurnaan hidup. Tidak ada sanksi khusus yang mengatur mengenai suami nyeburin apabila tidak melakukan kewajibannya. Sanksi yang diberikan itu bagi warga pada umumnya jika tidak melakukan kewajibannya sebagai warga desa adat bukan secara khusus ditunjukkan bagi suami nyeburin.
The purpose of this research was to determine the causes of men carry out nyeburin marriage, responsibilities of sentana keceburin towards his household and the relatives of his wife, sanctions for the sentana keceburin if he does not carry out his responsibilities in Kukuh Village Tabanan Town. This research is a juridical sociological, because the primary data used as basic data obtained from field research and secondary data as supportive data obtained from study of literature. Field research data was conducted by interview, while literature data was done by documents study. The method of obtaining sample was done by purposive sampling method therefore research subjects consisted of four couples who married nyeburin, one parents from males couples, three parents from females couples, and five other reliable sources. The results obtained from the field and literature study was analyzed qualitatively and then transform into descriptive form. The results showed that there are three factors that causes men carry out nyeburin marriage, the first factor is because the strong emotion of love from men toward his spouse. Second factor, the women financially is wealthier than her spouse so it can improve the standard living of her spouse. Third factor is because there are too many sons in a family so the parent allows one of their sons to perform nyeburin marriage. Sentana Keceburin responsibilities to his household and his wife’s relative are sekala responsibility such as maintaining physically and mentally of his wife and children and also provide the basic primer needs such as food, clothing and education. The other one is niskala responsibility such as conducting Panca Yadnya ceremonies which are consists of five types of sacred ceremony performed by Hindus to achieve perfection in life. No specific sanctions governing the nyeburin if the husband is not doing his duty. The sanctions provided for citizens in general if not doing their duty as citizens of the village customs not specifically indicated for nyeburin husband.
Kata Kunci : Perkawinan, Nyeburin, Hukum Adat Bali.