Measuring Customer-based Brand Equity: Empirical Evidence From Sports Footwear Market in Indonesia
FERDHI FIRMANSYAH SUSANTO, Yulia Arisnani, M.B.A, Ph.D.
2013 | Skripsi | MANAJEMENMerek adalah alat yang ampuh untuk menarik lebih banyak konsumen dalam membeli produk tertentu. Beberapa mungkin menganggap hal itu sebagai ekuitas karena dapat menambah nilai ke produk. Penelitian ini bertujuan meneliti kepraktisan dan aplikasi dari model ekuitas merek berbasis pelanggan di pasar sepatu olahraga di Indonesia berdasarkan kerangka konseptual oleh Aaker. Penelitian ini menggunakan model persamaan struktural untuk menyelidiki hubungan kausal antara dimensi ekuitas merek dan ekuitas merek itu sendiri. Data dikumpulkan dari sampel konsumen yang hidup di pulau terpadat di Indonesia, Jawa. Temuan ini menyimpulkan bahwa persepsi kualitas, asosiasi merek, dan loyalitas merek merupakan dimensi yang berpengaruh terhadap ekuitas merek, dengan loyalitas menjadi faktor yang paling penting. Dukungan yang lemah ditemukan untuk dimensi kesadaran merek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand manager dan perencana pemasaran harus mempertimbangkan kepentingan relatif ekuitas merek dalam mengevaluasi ekuitas merek secara keseluruhan dan harus memusatkan upaya mereka terutama pada persepsi kualitas, citra merek, dan loyalitas merek.
Brand is a powerful tool to attract more consumers to buy particular products. Some may even regarded it as equity as it can add values to the products. This study seeks to examine the practicality and applications of a customer-based brand equity model in sports footwear market in Indonesia based on Aaker’s well-known conceptual framework of brand equity. The study employed structural equation modeling to investigate the causal relationship between the dimensions of brand equity and brand equity itself. Data were collected from a sample of actual consumers living in Indonesia’s most populated island, Java. The findings conclude that perceived quality, brand association, and brand loyalty are influential dimensions of brand equity, with loyalty appeared to be the most important factor. Weak support was found for the brand awareness dimension. The result of the study shows that brand managers and marketing planners should consider the relative importance of brand equity in their overall brand equity evaluation and should concentrate their efforts primarily on building perception of quality, brand image, and brand loyalty.
Kata Kunci : Brand equity, Perceived quality, Brand awareness, Brand association, Brand loyalty, Sports, Indonesia