PEMETAAN STRATEGI DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD Studi pada PT Garuda Indonesia
ROBBY APRIANSYAH, Dr. Tarsisius Hani Handoko, MBA.
2013 | Tesis | S2 Magister ManajemenDi dalam persaingan yang semakin ketat ini, strategi bisnis memiliki peran yang sangat penting .bagi sebuah perusahaan. Namun, beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar strategi bisnis tidak berhasil diimplementasikan secara efektif. penting bagi perusahaan untuk memiliki suatu mekanisme yang mampu mente~emahkan strategi perusahaan menjadi aksi nyata di lapangan, mengkomunikasikan strategi tersebut dengan baik keseluruh anggota organisasi, dan dapat digunakan dalam pengukuran kinerja dari indikator-indikator strategis. Salah satu alat yang memiliki kemampuan tersebut adalah Balanced Scorecard (SSC). SSC tidak hanya digunakan sebagai alat ukur kinerja saja, tapi juga digunakan untuk memetakan strategi perusahaan dalam empat perspektif yang solid yaitu perspektif Keuangan (Financial), Pelanggan (Customer), Proses Sisnis Internal (Internal Business Process) dan Pembelajaran dan Pertumbuhan (Learning and Growth). Keempat perpektif tersebut kemudian digambarkan dalam bentuk peta strategi (strategy map) yang koheren, Proses penyusunan Balanced Scorecard (BSC) ,di Garuda Indonesia dimulai dengan penterjemahan Visi dan Misi perusahaan. Dari visi dan misi tersebut, dapat disimpulkan bahwa arah yang ingin dicapai oleh Garuda Indonesia adalah menjadi maskapai penerbangan yang handal, dengan mengedepankan keramah-tamahan indonesia. Sehingga arah strategi yang cocok bagi Garuda Indonesia adalah strategi differensiasi, Serdasarkan hal tersebut, penulis mencoba menterjemahkan strategi Garuda Indonesia kedalam bentuk peta strategi balanced scorecard, sebagai berikut: untuk mencapai tujuan utama perusahaan yaitu keuntungan yang berkelanjutan maka strategi yang digunakan adalah dengan meningkatkan pendapatan dan meningkatkan produktivitas. Untuk dapat meningkatkan pendapatan, selain mempertahankan pelanggan setia yang ada juga perlu untuk meraih pelanggan-pelanggan baru baik di domestik maupun internasional, dan untuk dapat mencapai hal tersebut layanan yang ditawarkan kepada pelanggan harus ditingkatkan dengan menawarkan layanan baru memperluas jaringan, serta memberikan akses yang mudah bagi pelanggan maupun calon pelanggan. Sedangkan pada aspek proses bisnis internal, yang perlu ditingkatkan untuk dapat memberikan peningkatan layanan kepada pelanggan adalah dengan menerapkan konsep layanan baru, meningkatkan konektivitas jaringan rute serta peningkatan sistem teknologi informasi Garuda. Serta pada proses bisnis internal, mencapai operasional yang tepat biaya perlu menjadi sasaran strategis untuk dapat sasaran peningkatan produktivitas pada perspektif keuangan. Dan yang terakhir, untuk dapat mencapai peningkatan proses bisnis internal seperti telah disebutkan diatas, fondasi yang perlu dibangun pada perspektif pengembangan dan pembelajaran adalah peningkatan kompetensi dari karyawan serta peningkatan kemampuan teknologi informasi dari Garuda Indonesia
In this tight competition, business strategy has a very important role for a company. However\" some research indicates that most successful business strategies are not implemented effectively. So, it is important for companies to have a mechanism to translate corporate strategy into real action, to ensure the strategy is well communicated throughout the organization, and can be used in measuring the performance of strategic indicators. One of the tools that have such capabilities is the Balanced Scorecard (BSC). BSC is not only used as measure of performance, but also used to mapping the company's strategy into four solid perspectives, namely Financial Perspective, Customer Perspective, Internal Business Processes Perspective and Learning and Growth Perspective. The four perspectives are then described in terms of a coherent strategy maps. The drafting process of the Balanced Scorecard (BSC) in Garuda Indonesia began with the translation of corporate vision and mission. From the vision and mission, we can conclude that the direction being pursued by Garuda Indonesia is to become a reliable airline, with the advanced Indonesian hospitality. So the strategy that suitable for Garuda Indonesia is differentiation strategy, Based on this, the author tries to translate the strategy of Garuda Indonesia in the form of balanced scorecard strategy map, as follows: to achieve the company's main goal, which is a sustainable profit, the strategy used is to increase revenue and improve productivity. In order to increase revenue, besides maintaining the existing loyal customers, Garuda also need to reach new customers both in domestic and international, and to be able to achieve that, the services offered to customers should be improved by offering new services, and also need to expand the network, and provide easy access for customers and prospective customers. While in the aspect of internal business processes, which need to be improved in order to provide improved service to customers, is to apply the concept of new services, improve network connectivity routes and improved information technology systems Garuda. As well as on internal business processes, achieving the proper operational costs need to be a strategic objective to increase productivity targets in the financial perspective. And finally, in order to achieve the improvement of internal business processes as mentioned above, a foundation that needs to be built on the perspective of development and learning is improving the competence of employees and enhancing information technology capabilities of Garuda Indonesia.
Kata Kunci : Balanced Scorecard, Strategi, Pengukuran Kine~a, Peta Strategi