Hubungan Derajat Skor CARS dengan Tingkat IQ pada Anak dengan Gangguan Autistik di Pusat Terapi Perilaku AGCA Center Surabaya
ANDI CHRISTIANTO, Prof. Dr. dr. Edith Humries Pleyte, SpKJ (K)
2013 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDSSepuluh tahun terakhir ini semakin banyak anak-anak yang berurhur antara 2- 5 tabun, bahkan 8-12 tabun didapati mempunyai gejala-gejala autistik, terutama gejala-gejala seperti gangguan fungsi berbahasa, interaksi sosial, dan perilaku. Prevalensi anak-anak dengan Gangguan Autistik di Indonesia khususnya dilaporkan terus meningkat dari waktu ke waktu, tampak dibeberapa Rumah Sakit Vmum di kota besar yang semakin banyak mendapat rujukan dari dokter umum maupun dokter spesialis anak dengan gangguan perkembanganringan sampai berat. Dalam menilai Gangguan Autistik, diperlukan suatu instrumen yang praktis dan obyektif. Instrumenyang banyak digunakan saat ini adalah ChildhoodAutism Rating Scale (CARS). Pada anakdengan Gangguan Autistik saat ini terdapat dua istilah yaitu Autisme Berfungsi Tinggi dan Autisme Berfungsi Rendah. Kedua istilah ini biasanya berhubungan dengan hasil penilaian tingkat keeerdasan (IQ). Penilaian tingkat kecerdasan (IQ) ini diperoleh dari suatu pemeriksaan dengan menggunakan instrumen dan dilakukan oleh seorang psikolog yang terlatih dan berpengalaman. Instrutnen yang paling banyak digunakan saat ini adalah Skala Inteligensi Stanford-Binet. Tujuan : Untuk mengidentifikasiHubungan Derajat Skor CARS dengan Tingkat IQ pada Anak denganGangguanAutistik di Pusat Terapi PerilakuAGCACenter Surabaya Metoda : Desain penelitian adalah cross-sectional study dan dirancang memakai metoda deskriptif analitik. Penelitian ini dilakukan di Pusat Terapi Perilaku Autisme AGCA Center Surabayapada bulan September 2010. Sampelpenelitian adalah anak dengan Gangguan Autistik dan diambil dari seluruh populasi yang ada, dengan umur anak antara 6-15 tabun. Instrumen penelitianyang digunakan adalah kuesioner data pribadi anak, kuesionerCARS. Data penelitian dianalisisdengan analisa regresi berganda dan korelasi pearson. Basil : Tingkat IQ ditemukan memiliki hubungan yang bermakna pada skor CARS dengan koefisien korelasi -0,917 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan Konfiden Interval yaitu batas bawah -0,507 dan batas atas -0,399. Tingkat IQ berpengaruh negatif pada skor CARS, artinya semakin tinggi tingkat IQ akan semakin rendah skor CARS. Jenis kelamin ditemukan tidak berpengaruh secara bermakna pada skor CARS dengan koefisien beta -0,012 dan signifikansi 0,827> 0,05.Vmurtidak berpengaruh secara bermakna pada skor CARSdengan koefisien beta-0,076 dan signifikansi 0,181 > 0,05. Lama terapi tidak berpengaruh seeaeabermakna pada skor CARSdengan koefisien beta 0,048 dan signifikansi0,391 > 0,05. Kesimpulan : Tingkat IQ ditemukan memiliki hubungan yang bermakna pada skor CARS. Tingkat IQ berpengaruh negatif pada skor CARS, artinya semakin tinggi tingkat IQ akan semakin rendah skor CARS. Pada umur, jenis kelamin, dan lama terapi ditemukan tidak berpengaruhseeara bermaknapada skor CARS.
Background : In the last ten years, there are more children at age 2..5years, and even 8-12 years get autistic signs, especially malfunction of communication, disability of social interaction and maladaptivebehavior. The reported cases (prevalence) of autistic children in Indonesia increases from time to time. At some general hospitals in big cities, more patients with mild to severe developmentaldisorders are refered. To evaluating autistic disorders, a practical and objective instrumentis needed. Today, the most utilized instrument is CARS (Childhood Autism Rating Scale), There are two terms used for autistic children, High Functioning Autism and Low FunctioningAutism. Generally, these two terms are related to the IQ test result. Thus, each autistic child with High Functioning Autism or Low Functioning Autism can obtain an exact behaviouraltherapy. Goal : To identify the correlation between the score of CARS and the level of Intelligence Quotient(IQ) in autistic children at Agca Center, BehaviouralTherapy Center in Surabaya. Method : This study is cross-sectional study and designed to use descriptive analytic method. This Study is taken at Agca Center, Behavioural Therapy Center in Surabaya, in September 2010. Samples of this study are autistic children of 6-15 years old taken from the whole existing population. The instruments of this study are questionnaire of child personal data and questionnaire of CARS. The study data is analyzed with multiple regression analysis and pearson correlation. Result: It is found in this study, that the rate of IQ has significant correlation to the CARS score,with correlation coefficient -0,917 and significancy 0,000 < 0,05. And with the confidence interval,which is the lower limit -0,507 and upper limit -0,399. IQ rate has negative influence to CARS score, meaning the higher the IQ rate the lower the CARS score. It is found that sex has no significant influence to the CARS score, with beta coefficient -0,012 and significancy0,827 > 0,05. Age has no significant influence to CARS score, with beta coefficient -0,076 and significancy 0,181 > 0,05. The duration of therapy has no significant influence to CARS score with beta coefficient 0,048 and significancy0,391 > 0,05. Conclusion : The rate of IQ has significant correlation to the CARS score. The IQ rank influences negatively the CARS score, meaning the higher the IQ rank the lower the CARS score.The age, sex, and duration of therapy do not influence significantlythe CARS score.
Kata Kunci : Gangguan Autistik, CARS, Inteligence Quotient (IQ)