FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DANA MENGANGGUR (IDLE CASH) BERDASARKAN PERSEPSI PENGAMBIL KEPUTUSAN Studi Kasus di Kabupaten Sleman Tahun 2010
Tin Ibriz Fana, S.E., Prof. Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc.,
2013 | Tesis | S2 Magister Ek.PembangunanLembaga publik dalam hal ini pemerintah daerah, tujuan utamanya adalah memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada masyarakat serta menyediakan sarana dan prasarana publik yang dapat menunjang kegiatan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya dengan cara memberdayakan dana yang ada untuk segera memenuhi kebutuhan publik. Akan tetapi ada beberapa variabel yang menyebabkan dana (kas) yang ada tidak dapat dengan segera tersalurkan yang mengakibatkan dana tersebut menganggur. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat persepsi pengambil keputusan terhadap lima faktor yang mempengaruhi dana menganggur (idle cash) di Kabupaten Sleman tahunn 2010. Kelima faktor tersebut adalah sistem aturan, sumber daya manusia yang berkompeten dan berkomitmen tinggi, perencanaan dan penganggaran, realisasi anggaran, pengendalian dan evaluasi. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer berupa kuisioner untuk memperoleh persepsi responden terhadap dana menganggur (idle cash). Data primer yang digunakan peneliti berasal dari 46 responden dari 46 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di Pemerintah Kabupaten Sleman yang diukur dengan menggunakan skala likert. Selanjutnya dilakukan uji validitas product moment dan uji reliabilitas alpha cronbach untuk kelayakan instrumen. Tingkat persepsi responden dihitung dengan menggunakan rating scale. Hasil analisis penelitian diperoleh tingkat persepsi responden yang cukup tinggi dari empat variabel yaitu masing-masing sistem aturan sebesar 71,37 persen, sumber daya manusia yang berkompeten dan berkomitmen tinggi sebesar 76,43 persen, perencanaan dan penganggaran sebesar 75,54 persen, dan pengendalian dan evaluasi sebesar 77,89 persen. Variabel realisasi anggaran menghasilkan tingkat persepsi responden yang tinggi yaitu 84,78 persen.
The main purposes of public institution, in this case local government, are to provide the best possible service to the community as well as to provide public infrastructure that can support community activities to improve their welfare by empowering existing cash to immediately meet the needs of the public. However, there are several variables causing the cash unable to be immediately distributed, in turn making the funds idle. The purpose of this study is to find out the perception of decision makers on five factors affecting idle cash in Sleman Regency in 2010. The five factors are regulatory system, highly competent and committed human resources, planning and budgeting, budget realization, control, and evaluation. The data used were secondary and primary data through questionnaires for respondents’ perceptions of idle cash. The primary data were collected from 46 respondents from 46 Local Apparatus Work Units (Satuan Kerja Perangkat Daerah—SKPD) in Government of Sleman Regency, which was measured using a Likert scale. A product moment validity test and Cronbach alpha reliability test were done for the feasibility of the instrument. The perception of respondents was calculated using the rating scale. Results of the analysis indicate that the respondents’ perceptions of four variables were high enough: regulatory systems (71.37 percent), highly competent and committed human resources (76.43 percent), planning and budgeting (75.54 percent), and control and evaluation (77.89 percent). The variable with the highest level of perception was budget realization (84.78 percent).
Kata Kunci : Lembaga publik, dana menganggur (idle cash), persepsi