Laporkan Masalah

KEKEBALAN NILA MERAH (Oreochromis sp.) STRAIN CANGKRINGAN DAN TETUANYA TERHADAP INFEKSI Aeromonas hydrophila

CAHYA ADI T., Dr. Ir. Murwantoko, M.Si.

2013 | Skripsi | BUDIDAYA PERIKANAN

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat kekebalan nila merah (Oreochromis sp.) hasil seleksi individu populasi sintetik pada generasi ke-3 (F3) pada tahap pendederan ke-4 terhadap tetua pembentuk populasi sintetik yaitu strain Citralada, Filipina, dan NIFI. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan (F3, Citralada, Filipina, dan NIFI) dan 3 kali ulangan. Unit percobaan yang digunakan sebanyak 10 ekor untuk uji tantang dan 1 ekor untuk uji hematologi. Parameter uji ketahanan yang diamati adalah sintasan dan waktu kematian terhadap infeksi Aeromonas hydrophila, sedangkan parameter hematologi yang diamati meliputi hematokrit, leukokrit, jumlah eritrosit, jumlah leukosit, aktifitas fagositosis (AF), dan NBT (Nitroblue tetrazolium). Data yang didapatkan diuji menggunakan analisis varian (ANOVA) dan dilakukan uji Dunnet bila terdapat beda nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nila merah Cangkringan generasi ke-3 memiliki nilai uji NBT (Nitroblue tetrazolium) lebih tinggi (0,66) dibanding dengan nilai untuk Citralada (0,48). Sedangkan pada strain tetua lainnya tidak menunjukan beda nyata. Pada parameter lain yakni sintasan dan waktu kematian terhadap uji ketahanan infeksi Aeromonas hydrophila dan hematologi yang meliputi hematokrit, leukokrit, jumlah eritrosit, jumlah leukosit, dan aktifitas fagositosis (AF) F3 tidak menunjukan beda nyata terhadap tetua pembentuk populasi sintetik. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa F3 dan tetuanya memiliki tingkat kekebalan yang sama terhadap infeksi Aeromonas hydrophila.

The objective of this research was to compare the resistance of 3rd generation (F3) of genetic improvement nile tilapia (Oreochromis sp.) that produced at 4th rearing stage toward its original parents: Citralada, Filipina, and NIFI. This research was conducted on Completely Randomized Design (CRD) that composed by 4 treatments (F3, Citralada, Filipina, dan NIFI) in triplicates. The unit experiments are 10 fishes on disease challenge and one fish on haematology. The parameters which been evaluated were survival rate (SR), mean time to death (MTD), haematocryt, leukocryt, eritrocyte count, leucocyte count, phagocytic activity (PA), and nitroblue tetrazolium (NBT). Data were analyzed by analysis of variance (ANOVA) and followed by Dunnet test. Result showed that 3rd generation genetic improvement has significant different in NBT (Nitroblue tetrazolium)(OD mean 0,66) compare to citralada (OD mean 0,48). However, the other parentals strain didn’t show the significant different. It was also showed in others parameters, i.e. survival rate (SR) and mean time to death (MTD), haematocryte, leukocryte, eritrocyte count, leucocyte count, phagocytic activity (PA). This research concluded that the 3rd generation of nila tilapia and its parental had same resistance against of Aeromonas hydrophila infection.

Kata Kunci : kekebalan non-spesifik, nila merah, Aeromonas hydrophila


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.