PENGARUH FREKUENSI PENYIANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN JATI DAN REGENERASI TUMBUHAN BAWAH DI KULON PROGO, YOGYAKARTA
PUTRI WAHYUNI P, Ir. Adriana, M.P.
2013 | Skripsi | BUDIDAYA HUTANJati Unggul Nusantara (JUN) adalah bibit jati yang berasal dari klon-klon unggul jati Perum Perhutani yang dikembangakan melalui perbanyakan vegetatif dengan stek pucuk. Setelah ditanam, bibit pohon termasuk JUN pada pertanaman hutan rakyat, umumnya tidak dipupuk dan dirawat dengan baik tetapi ditinggalkan begitu saja dan pertumbuhannya diserahkan ke alam. Hasilnya, banyak tanaman JUN tidak tumbuh optimal bahkan ada yang mati. Hal tersebut diperparah akibat adanya kompetisi dengan tumbuhan bawah. Terdapat kegiatan pemeliharaan berupa penyiangan untuk mengendalikan pertumbuhan tumbuhan bawah pada Standart Operasional Prosedur (SOP) pertanaman JUN. Kenyataan di lapangan, hal tersebut tidak sepenuhnya dilakukan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian pengaruh frekuensi penyiangan terhadap pertumbuhan pertanaman JUN dan regenerasi tumbuhan bawahnya. Penelitian dilaksanakan pada pertanaman JUN berumur 2 tahun di lahan Unit Bagi Hasil-Jati Unggul Nusantara (UBH-JUN) yang berlokasi di petak 6 Desa Pengasih, Kecamatan Pengasih, Kulon Progo, Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyiangan terhadap pertumbuhan JUN dan regenerasi tumbuhan bawahnya. Metode yang dilakukan adalah dengan membuat 3 plot terdiri dari perlakuan tanpa penyiangan, perlakuan penyiangan 1 bulan sekali selama 6 bulan, dan perlakuan penyiangan 2 bulan sekali selama 6 bulan. Terdapat 3 ulangan pada masing-masing perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penyiangan memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan JUN umur 2 tahun dan proses regenerasi tumbuhan bawah pada lahan tersebut. Perlakuan penyiangan 1 bulan sekali selama 6 bulan memberikan hasil yang optimal terhadap laju pertambahan tinggi dan diameter tanaman JUN. Perlakuan penyiangan juga dapat menekan pertumbuhan tumbuhan bawah dan di sisi lain akan merangsang kemunculan tumbuhan bawah baru seperti Nephrolepsis sp., Cyperus rotundus, dan Imperata cylindrica.
Jati Unggul Nusantara (JUN) is teak seedlings originating from superior clones of Perum Perhutani that developed through vegetative propagation by shoots cuttings. After planting, tree seedlings including JUN on community forests plants, generally are not fertilized and not well maintained, but they were abandoned and left to grow naturally. As the result, many plants of JUN do not grow optimally some have died. This is exacerbated due to competition with understorey. There are activities such as weeding maintenance to control plant growth under the Standard Operating Procedure (SOP) of JUN planting. Reality, it is not completely done. Therefore, it is necessary to study the effect of weeding frequency to JUN’s growth and understorey regeneration. The experiment was conducted in 2 years old JUN planting area there were Unit Bagi Hasil-Jati Unggul Nusantara (UBH-JUN) plot 6 located in the Desa Pengasih, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. This study aims to determine the effect of weeding on the JUN’s growth and understorey regeneration. As the methods there were 3 plot consist of control, weeding once a month during 6 months, and weeding bimonthly during 6 months. There are 3 replicates of each treatment. The results showed that the weeding treatment give a significant effect on the growth of 2 years old JUN and the understorey regeneration. Weeding treatment at once month during 6 months give optimal results for the rate of plant height and diameter. Weeding treatment can also suppress the growth of understorey and on the other hand will stimulate the emergence of new understorey plants such as Nephrolepsis sp., Cyperus rotundus and Imperata cylindrica.
Kata Kunci : Frekuensi penyiangan, tanaman jati, tumbuhan bawah