Laporkan Masalah

PROSEDUR INVESTIGASI DAN PENANGANAN KERUSAKAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PASCA GEMPA

Ade Julian Syahputra, Dr.-Ing. Ir. Andreas Triwiyono

2013 | Tesis | S2 Mag.Pengl.Sarana Prasarn

Gempa bumi yang terjadi beberapa tahun belakangan ini telah banyak mengakibatkan berbagai kerusakan infrastruktur seperti bangunan gedung. Kerusakan bangunan harus segera dilakukan evaluasi untuk menentukan apakah bangunan aman atau tidak untuk digunakan dan untuk menentukan apakah struktur bangunan masih dapat diperbaiki atau tidak. Di Indonesia permasalahan dalam penanganan kerusakan bangunan yang diakibatkan oleh gempa bumi belum adanya manual prosedur investigasi dan metode penanganan kerusakan bangunan pasca gempa. Oleh kerena itu perlu dibuat sebuah manual panduan mengenai tahapan metode investigasi dan penanganan kerusakan bangunan pasca gempa agar mempermudah dalam pemeriksaan kerusakan bangunan yang akan dilakukan setelah terjadi gempa bumi. Sehingga akan menghemat waktu pemeriksaan dan penanganan yang akan dilakukan dapat lebih cepat. Penelitian ini didasarkan pada kerusakan bangunan pasca gempa bumi yang diperoleh dari data sekunder dan hasil studi literatur yang mengalami permasalahan yang sama. Kemudian dilanjutkan dengan membuat prosedur investigasi. Prosedur investigasi meliputi investigasi awal dan investigasi lanjutan. Setelah membuat prosedur investigasi kemudian dilanjutkan dengan menguraikan berbagai kerusakan komponen bangunan yaitu kolom, balok dan dinding serta metode perbaikan yang bisa dilakukan pada setiap jenis kerusakan tersebut. Dari pembahasan diperoleh hasil bahwa setelah terjadi gempa dilakukan investigasi awal dengan penilaian cepat secara visual dengan peralatan sederhana pada bangunan. Dari hasil pemeriksaan cepat akan diperoleh tingkat keamanan dengan penandaan bangunan, aman (hijau), kurang aman (kuning) dan tidak aman (merah). Jika ditemukan kerusakan sangat penting maka dilakukan investigasi lanjutan dengan pemeriksaan lebih mendetail terhadap kerusakan bangunan dengan peralatan lebih khusus dan tidak merusak. Dari hasil pemeriksaan akan diperoleh tingkat kerusakan ringan, sedang dan berat. Selanjutnya dilakukan penanganan perbaikan sesuai dengan tingkat kerusakannya. Metode penanganan kerusakan meliputi metode perbaikan kerusakan untuk mengembalikan kekuatan maupun untuk meningkatkan kekuatan struktur bangunan. Pada kerusakan berat dapat dilakukan dengan penggantian sebagian komponen yang mengalami rusak jika kerusakan berat tersebut masih bisa diperbaiki dan penggantian keseluruhan komponen bangunan yang rusak jika kerusakan tersebut benar-benar parah dan tidak bisa diperbaiki. Prosedur investigasi, penandaan keamanan. klasifikasi kerusakan dan metode perbaikan akan disatukan menjadi sebuah manual sebagai panduan prosedur investigasi dan penanganan perbaikan kerusakan bangunan pasca gempa.

Recent earthquake have caused done damages of various infrastructures, such as building structures. Damage to the buildings must be evaluation to decide whether the buildings is safe or not to use and to decide whether buildings can still be repaired or not. The problem in Indonesia has not been any investigation procedure manual and method of retrofitting for damage caused by earthquake. Therefore, it is required to establsih guidance manual of investigation procedure and retrofitting of post-earthquake damage in order to obtain easier inspection after earthquake. This study was based on the post-earthquake damage of buildings taken from secondary data and literature study. Then, it was continued by composing investigation procedures which included preliminary and advanced investigation. After that, the damage of the buildings components such as column, beam, and wall was described as well as the possible repair methods upon each type of the damage. Based on the discussion, the results showed that after earthquake, preliminary investigation was carried out through brief visual inspection by using simple equipments. This will result in the safety levels: safe (green), less safe (yellow) and unsafe (red). When significant damage was found, advanced investigation was taken by giving more detailed inspection to the damage by using non destructive instruments. Result of the inspection would show the damage safety levels of minor, moderate and severe damage. Retrofitting was then carried out based on the damage level. The retrofitting level of the damage included the repair method to either restoration the damage or to increase the strength of the building structures. The damage in severe level can be repaired either by changing some or all of the damaged components. The investigation procedure, safety signing, damage classification and repair method were compiled to be used as the manual of investigation procedure guidance and the retrofitting of building damage after earthquake.

Kata Kunci : Gempa, Prosedur Investigasi dan Penanganan Kerusakan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.