Laporkan Masalah

PEWILAYAHAN INDUSTRI KECIL DAN RUMAH TANGGA DI KABUPATEN BANTUL

MAHATMA YUDHISTIRA, Dr. Rini Rachmawati M.T.

2013 | Skripsi | GEOGRAFI

Untuk mendukung pengembangan industri, pewilayahan memiliki peranan yang sangat penting dalam suatu keberhasilan program industri kecil dan rumah tangga. Sesuai dengan penelitian ini, pewilayahan memiliki tujuan untuk mengetahui: kluster-kluster Industri Kecil dan Rumah Tangga (IKRT) serta karakteristiknya, keunggulan jenis IKRT, dan sentra unggulan utama. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bantul dengan menggunakan metode penelitian analisis data sekunder. Untuk mengetahui sebaran wilayah IKRT digunakan analisis variansi distribusi keruangan (KAG). Nilai KAG>-0,01 menunjukkan pola membentuk klaster,sedangkan bila nilai KAG<-0,01 menunjukkan pola sebaran merata. Penentuan komoditas unggulan daerah digunakan metode analisis LQ (Location Quotient). Nilai LQ>1 merupakan sektor unggulan dan LQ<1 bukan sektor unggulan. KAG dan LQ digunakan untuk menentukan sentra produksi unggulan utama. Nilai LQ>1 dengan pola membentuk klaster menunjukkan wilayah unggulan utama, nilai LQ>1 dengan pola sebaran merata menunjukkan wilayah unggulan, sedangkan nilai LQ<1 dengan pola sebaran merata menunjukkan wilayah non unggulan. Hasil penelitian menunjukkan pola sebaran industri kecil dan rumah tangga di Kabupaten Bantul membentuk kluster-kluster tertentu dengan ciri komoditas hasil produksi. Untuk IKRTunggulan, kelompok industri pangan terdapat di Kecamatan Srandakan, Kretek, Bambanglipuro, Bantul, Jetis, Banguntapan dan Pajangan. Kelompok industri sandang terdapat di Kecamatan Jetis, Pandak, Bantul, Imogiri dan Sedayu. Kelompok industri Kimia dan Bangunan terdapat di Kecamatan Srandakan, Piyungan, Banguntapan, Pajangan dan Sedayu. Kelompok industri kerajinan terdapat di Kecamatan Pundong, Dlingo, Sewon, Kasihan dan Sedayu. Kemudian kelompok industri logam terdapat di Kecamatan Pandak, Banguntapan dan Kasihan. Untuk sentra unggulan utama, industri pangan di Kecamatan Kretek dan Jetis, industri sandang dan kulit di Kecamatan Pandak dan Imogiri, industri kimia dan bangunan di Kecamatan Piyungan dan Pajangan, industri kerajinan di Kecamatan Dlingo dan Sewon, industri logam di Kecamatan Pandak dan Banguntapan.

To support the development of the industry, regionalization has a very important role in the success of small rural industries programs. Accordance with this research, regionalization aims to find out: characteristics of the spatial distribution of small industries, clusters of small industries, leading small industries and the centers of the leading small industries. The research was conducted in BantulDistrict by using the method of secondary data analysis research. To determine the distribution pattern of small rural industries, used analysis of geographic analysis coefficient (KAG). KAG> -0.02 indicates a pattern forming cluster, whereas when KAG<-0,01 indicates uneven distribution pattern. The determination of regional leading commodity, used methods of location quotient analysis (LQ). LQ values> 1 the dominant sector and LQ <1 is not dominant sector. KAG and LQ then used to determine which areas are unseeded, eminent and top seed. The results of the research showed the distribution pattern of of small rural industries in Bantul District establish a certain clusters with the characteristics of commodities production output. For leading small industrial, food industries located in Srandakan, Kretek, Bambanglipuro, Bantul, Jetis, Banguntapan and Pajangan Sub District. The clothing industries located in Jetis, Pandak, Bantul, Imogiri and Sedayu Sub District. The chemical and building industries located in Srandakan, Piyungan, Banguntapan, Pajangan and Sedayu Sub District. The craft industry located in Pundong, Dlingo, Sewon, Kasihan and Sedayu Sub District. Then, the metal industries located inPandak, Banguntapan and Kasihan Sub District. The center ofleading small industries, food industry located in Kretek and Jetis, clothing and leather industry located in Imogiri and Pandak, chemical industry and construction located in Piyungan and Pajangan, handicraft industry located in Dlingo and Sewon, metal industry located in Pandak and Banguntapan.

Kata Kunci : industri kecil, pola sebaran, sentra unggulan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.