Laporkan Masalah

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PUSPA, SALAM DAN GAYAM SEBAGAI TANAMAN INTI RESTORASI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI

ULYA AFIDA IANATI, Ir. Dwi Tyaningsih Adriyanti, M.P.

2013 | Skripsi | BUDIDAYA HUTAN

Persepsi adalah suatu proses yang dilalui oleh suatu stimulus yang diterima panca indera kemudian diinterpretasikan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan (Passer dan Smith, 2008). Restorasi di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) ditujukan untuk mengembalikan ekosistem yang telah terdegradasi hingga menyerupai kondisi aslinya seperti kondisi sebelum terjadi erupsi pada tahun 2010, baik struktur maupun fungsinya. Kegiatan restorasi dimulai dengan membangun demplot restorasi yang ditanami beberapa jenis tanaman seperti puspa, salam dan gayam. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui persepsi masyarakat dalam mengenal dan memanfaatkan ketiga jenis tersebut. Persepsi masyarakat terhadap ketiga spesies tersebut diharapkan dapat menjadi sumber informasi yang penting dan bahan pertimbangan dalam kegiatan pengelolaan restorasi lebih lanjut melalui ketiga spesies tersebut di TNGM. Penelitian dilakukan di dua padukuhan di sekitar Kali Kuning, yaitu Padukuhan Gondang dan Pangukrejo, Sleman. Responden yang diambil dalam penelitian ini ditentukan jumlahnya dan distratifikasi berdasarkan Kepala Keluarga (KK). Jumlah responden yang diwawancara yaitu sebesar 50% dari keseluruhan KK yang ada di setiap pedukuhan secara acak. Teknik wawancara yang dilakukan menggunakan metode wawancara dengan panduan kuisioner yang disertai kegiatan pengamatan. Gambaran persepsi masyarakat mengenai tanaman puspa, salam dan gayam beserta pemanfaatannya disajikan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa perbedaan dan persamaan persepsi responden dalam mengenal dan memanfaatkan jenis puspa, salam dan gayam. Persepsi responden terhadap jenis puspa, salam dan gayam sebagai tanaman inti restorasi TNGM dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu perbedaan lokasi kedua pedukuhan, keberadaan ketiga jenis tanaman baik pohon maupun anakan alam, pemanfaatan jenis dalam kehidupan sehari-hari, keterlibatan responden dalam perawatan tanaman demplot, jenis pekerjaan responden, jenis kelamin dan usia responden. Ketiga jenis tanaman puspa, salam dan gayam menurut persepsi responden memiliki manfaat sebagai fungsi perlindungan dan terdapat pemanfaatan khusus pada masing-masing jenisnya. Jenis tanaman puspa memiliki manfaat untuk kerajinan, obat dan pupuk. Salam bermanfaat untuk penyedap masakan, kayu arang dan obat. Gayam dapat dimanfaatkan untuk makanan.

Perception is a process to make a sense of stimulus input captured by human sense to search for the interpretation based on knowledge and experience (Passer and Smith, 2008). Restoration in Merapi Mountain National Park is purposed to return a degraded or former ecosystem that resemble as close as possible its pre-disturbed state caused by Mt. Merapi’s eruption in 2010, both its structure and function. Restoration activities were started by establishing restoration plot planted with several species such as puspa, salam and gayam. This study is aimed to know their perception about recognizing and utilizing those species. The perceptions of the three species are expected to be an important source of information and material consideration in purpose to restoration management activities through those third species in TNGM. The study was conducted in two Padukuhan around Kali Kuning, namely Padukuhan Gondang and Pangukrejo. Respondents that were drawn in this study was quantified and stratified by household heads (Kepala Keluarga/KK). The number of respondents interviewed randomly was measured from 50% of the total number of household heads (KK) in every Padukuhan. The reserach used interview technique using questionnaires as a guidance and conducting observation activities. Description of the perception on puspa, salam and gayam and their utilization are presented in graphical form. Based on the results, the study shows that there are perception’s differences and similarities about recognizing and utilizing puspa, salam and gayam as core restoration plants in TNGM. The perceptions are influenced by several things. They are the differences in the location of the two Padukuhan, the existence of those species either trees or seedlings, the utilization in daily life, the respondents involvement in treating plant plots, the difference of their occupation, their gender and age. Based on their perception, puspa, salam and gayam have their own benefit as protection functions and specific benefit. Puspa is utilized for crafts, medicine and fertilizer. Salam is useful for seasoning and medicine. Gayam is able to be used for food.

Kata Kunci : Persepsi, restorasi TNGM, pemanfaatan tanaman


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.