Laporkan Masalah

Pengujian Perilaku Keuangan Perusahaan Menggunakan Pecking Order dengan Debt Capacity (Penelitian pada Perusahaan yang Terdaftar di Indeks Kompas 100 Periode 2009-2011)

AJI WAHYU NUGROHO, Prof. Marwan Asri, M.B.A., Ph.D.

2013 | Skripsi | MANAJEMEN

Penelitian ini menguji perilaku perusahaan yang terdaftar pada indeks Kompas 100 dalam memenuhi jumlah tambahan dana yang dibutuhkan. Apakah perusahaan dalam indeks tersebut akan memenuhi defisit keuangan atau jumlah tambahan dana yang dibutuhkan dengan mengikuti teori pecking order atau tidak. Penelitian ini melakukan observasi pada periode 2009-2011. Dalam penelitian ini menganggap penting heterogeinity sehingga untuk mengontrol heterogeinity tersebut dilakukan pengelompokan sampel menjadi dua bagian yaitu kelompok perusahaan yang memiliki kapasitas utang tinggi dan kelompok perusahaan yang memiliki kapasitas utang rendah. Kemudian menguji teori pecking order berdasarkan defisit keuangan atau jumlah tambahan dana yang dibutuhkan. Defisit keuangan tersebut diasumikan sepenuhnya akan diisi dengan penerbitan utang dan ketika perusahaan telah mencapai batas utangnya maka akan diisi dengan ekuitas. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diketahui bahwa perusahaan yang memiliki kapasitas utang tinggi cenderung mengikuti teori pecking order dan perusahaan yang memiliki kapasitas utang rendah cenderung tidak mengikuti pecking order.

This study tests pecking order theory for companies that listed on Kompas 100 market index. Whether those company will fullfill their financing deficit by debt or equity. If they fill their financing deficit by debt it means they follow pecking order theory. This study observes at 2009-2011. In this study consider heterogeinity and control this heterogeinity by divide the sample into two sub-sample that consists of the group that categorize as high debt capacity companies and a group that categorize as low debt capacity companies. Thus test the pecking order theory base on financial deficit. The assumption of financial deficit is a companies will fill their financing deficit by debt until they debt constrain and when it has exhausted then it will fill by equity. The result of this study show that companies that categorize as high debt capacity follow pecking order theory and companies that categorize as low debt capacity do not follow pecking order theory.

Kata Kunci : pecking order, kapasitas utang, defisit keuangan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.