Laporkan Masalah

ASPEK MORFOLOGI TERHADAP SEBARAN AWAN PANAS GUNUNGAPI MERAPI KABUPATEN SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Kasus: DAS Code

HENKY NUGRAHA, Dr. Widiyanto, MS

2013 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Gunungapi Merapi merupakan gunungapi paling aktif di Indonesia. Awan panas sebagai salah satu bencana yang ditimbulkan Gunungapi Merapi telah menimbulkan banyak korban dan kerugian berupa harta benda, infrastruktur, aktivitas ekonomi serta kematian flora dan fauna. Morfologi gunungapi mempunyai peran yang penting terhadap persebaran awan panas. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kondisi geomorfologi khususnya morfologi Gunungapi Merapi di daerah penelitian, menganalisis morfologi lembah sungai kaitannya dengan sebaran awan panas di daerah penelitian, dan menentukan lokasi yang potensial terkena awan panas dengan pendekatan geomorfologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis geomorfologi, dan analisis regresi logistik. Analisis geomorfologi dilakukan dengan cara pemetaan geomorfologi dan analisis morfologi lembah sungai. Analisis morfologi lembah sungai menggunakan 3 variabel, yaitu tinggi tebing sungai, lebar sungai dan pola alur sungai. Analisis regresi logistik menggunakan 2 variabel yaitu morfologi lereng sebagai variabel bebas dan sebaran awan panas tahun 1961, 1994, 1997, dan 2006 sebagai variabel terikat. Penilaian akurasi dilakukan dengan membuat kurva Receiver Operating Characteristic (ROC). Kombinasi analisis ini menghasilkan lokasi yang rawan terkena awan panas di DAS Code yang berdasarkan pada aspek morfologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kondisi geomorfologi yang rawan terhadap awan panas adalah kerucut gunungapi, lereng gunungapi, lembah sungai, kerucut parasiter dan kaki gunungapi. Variabel morfologi yang berpengaruh signifikan terhadap sebaran awan panas adalah adalah ketinggian, indeks posisi topografis, arah hadap lereng, plan curvature, dan tangential curvature. Karakteristik area yang rawan terhadap awan panas memiliki sifat morfologi lereng berupa kelerengan 3-33 derajat; bentuk lereng cekung; indeks posisi topografis berupa lembah; arah hadap lereng selatan dan barat daya; ketinggian > 1000 mdpal. Sedangkan sifat morfologi lembah sungai yang rawan terhadap awan panas adalah pola alur sungai berkelok, tinggi tebing rendah, dan lebar sungai sangat sempit. Lokasi yang rawan terhadap awan panas adalah transisi antara lereng gunungapi menjadi kaki gunungapi yang melingkupi Dusun Turgo, Dusun Boyong dan Dusun Wonorejo. Adanya tekuk lereng dapat menjadi penghalang luncuran awan panas yang menyebabkan tersebarnya awan panas ke segala arah. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi morfologi permukaan bumi dapat menyebabkan sebaran atau hambatan gerakan aliran awan panas. Hal ini juga berarti, morfologi permukaan bumi memiliki pengaruh terhadap sebaran aliran awan panas.

Merapi volcano is the most active volcano in Indonesia. Pyroclastic flow as one of hazard in Merapi Volcano has caused many casualties and losses such as property, infrastructure, economic activities and the deaths of flora and fauna. Volcanic morphology has an important role related to pyroclastic flow distribution. The aims of this research are to; study the geomorphological condition of Merapi Volcano in the study area; analyze river valley morphological in relation to pyroclastic flow distribution; and determine the affected potentially location by pyroclastic flow using geomorphological approach. The methods used in this study are geomorphological analysis, and logistic regression analysis. Geomorphological analysis was conducted by mapping the geomorphological conditions and river valley morphology analysis. River morphology analysis were conducted using three variables i.e. riverbank height, river width and sinousity ratio. Logistic regression analysis were conducted using two variables i.e. slope morphology as independent variable and distribution of pyroclastic 1961, 1994, 1997, and 2006 as dependent variable. To validate the result, Receiver Operating Characteristic curve (ROC) was made. These analysis were conducted in order to obtain affected potentially location by pyroclastic flow. The results showed that, the most prone geomorphological conditions to pyroclastic flows are volcanic cone, volcanic slope, river valley, parasiter cone and volcanic foot. Morphological variables that significantly influence to the distribution of pyroclastic flow are height, topographic position index, aspect, plan curvature, and tangential curvature. Characteristics of the area that prone to pyroclastic flow have morphological characteristics such as 3-33 degrees slope; convex slopes; valley; south and southwest aspect; and > 1,000 m.a.s.l altitude. While the river valley morphology that is prone to pyroclastic flow are meandering river channel patterns, riverbank height is low, and the width of the river is very narrow. Locations that prone to pyroclastic flow is the transition between the volcanic slopes and volcanic foot. This area lies from Turgo Hamlet, Boyong Hamlet and Wonorejo Hamlet. The existence of break of slope can be prohibitive pyroclastic flow glide driving widespread in all directions. This suggest that morphological conditions give effect to the movement of pyroclastic flow. It is also means that the Earth's surface morphology has an influence on the distribution of pyroclastic flow.

Kata Kunci : awan panas, gunungapi, morfologi, regresi logistik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.