KAJIAN PERSEBARAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SERTA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DI JAKARTA
FREDDY MASITO SITORUS, Prof. Dr. Su Ritohardoyo, MA.
2013 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAHSalah satu permasalahan yang terjadi di Indonesia adalah jumlah penduduk yang semakin bertambah tidak sejalan dengan dengan luas wilayah yang cenderung tetap sehingga banyak sekali penduduk yang mengalami kesulitan mengakses lahan yang akan dijadikan sebagai tempat tinggal. Pada beberapa tahun belakangan ini, Pemerintah DKI Jakarta maupun pemerintah pusat kembali menggalakkan program pembangunan 1.000 Twin Blok rumah susun untuk membantu memecahkan permasalahan permukiman yang terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persebaran dan pola persebaran rumah susun yang ada di Jakarta dan mengidentifikasi faktor apa saja yang mempengaruhi lokasi rumah susun yang ada di Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik deskriptif, analisis peta untuk pengolahan data spasial, dan analisis tetangga terdekat yang diharapkan mampu menjawab pertanyaan penelitian. Berdasarkan hasil analisis tetangga terdekat maka diketahui pola persebaran rumah susun di DKI Jakarta adalah Acak sedikit mengelompok, Jakarta Selatan Acak, Jakarta Timur Acak, Jakarta Pusat Acak sedikit mengelompok, Jakarta Barat Acak, dan Jakarta Utara Acak. Faktor-faktor yang mempengaruhi lokasi rumah susun tersebut dibagi menjadi dua, yaitu pertama, faktor fisik yang terdiri dari kemudahan mendapatkan air serta bencana dan kedua, faktor sosail ekonomi yang terdiri dari kepadatan penduduk, keterbatasan lahan, tingkat aksesibilitas, jumlah sarana dan prasarana, lokasi permukiman kumuh, dan kesesuaian dengan RTRW. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pola persebaran rumah susun di DKI Jakarta adalah acak sedikit mengelompok salah satunya dikarenakan terdapat beberapa kecamatan di DKI Jakarta yang memiliki jumlah rumah susun sederhana diatas 5 lokasi sehingga jarak antar rumah susun sederhana menjadi lebih dekat dan sedikit mengelompok.
One of the problems happened in Indonesia is the increasing of population that inversely proportional to the area which remains unchanged so many people have difficulty to access the areas that will be used as residences. These years, DKI Jakarta and central government has re-promoted the 1000 twin block of flats development program to help solving the settlement problem. The purposes of this research are understanding the distribution and distribution pattern of the flats in Jakarta, and identifying the factors that influence the location of those flats. Methods that used in this research are descriptive statistical analysis, map analysis for spatial data processing, and nearest neighbor analysis that are expected to answer the research questions. Based on the result of nearest neighbor analysis, the distribution of DKI Jakarta is random, South Jakarta is random slightly grouped, East Jakarta is random, Central Jakarta is random slightly grouped, West Jakarta is random, and North Jakarta is random. Factors that influence the location divided into two. The first is physical factor that consisted of the easiness in getting water, and disaster. The second is economical factor that consisted of population density, limited land, accessibility, facilitiy and infrastructure, slump location, and RTRW compatibility From the result, it can be concluded that the distribution pattern of flats in DKI Jakarta is random slightly grouped, either because the presence of some of DKI Jakarta’s sub-districts which have more than 5 locations of simple flats so that the radius between them becomes closer and slightly grouped
Kata Kunci : flats house