PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PERBANKAN SYARIAH DAN PERBANKAN KONVENSIONAL DI INDONESIA DILIHAT DARI RASIO KEUANGAN DENGAN KERANGKA CAMEL
RANI WIJAYANTI, Dr. Mamduh Mahmadah Hanafi, MBA.
2013 | Skripsi | MANAJEMENPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja keuangan perbankan syariah dan perbankan konvensional di Indonesia untuk mengetahui apakah lambatnnya pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia disebabkan oleh perbedaan kinerja keuangan antara kedua jenis bank ini. Penelitian ini menggunakan kerangka CAMEL dalam pemilihan rasio-rasio keuangan yang akan dibandingkan. Pengukuran permodalan akan diwakili oleh rasio Capital Adequacy Ratio (CAR), pengukuran kualitas aset menggunakan rasio Non Performing Loan (NPL) untuk bank konvensional dan Non Performing Financing (NPF) untuk bank syariah, pengukuran rentabilitas menggunakan rasio Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE) dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) dan pengukuran liabilitas menggunakan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) untuk bank konvensional dan Financing to Deposit Ratio untuk bank syariah. Penelitian ini berfokus pada pengukuran kuantitatif saja, sehingga tidak mengukur aspek kualitas manajemen. Periode waktu yang digunakan adalah dari tahun 2007 s.d. 2011 dan bank-bank yang dijadikan sampel akan dikelompokkan menjadi 3 kelompok berdasarkan ukuran asetnya. Kelompok 1 adalah bank dengan ukuran aset 10 Trilyun s.d. 55 Trilyun, kelompok 2 untuk bank dengan aset 1 Trilyun s.d. 10 Trilyun dan kelompok 3 untuk bank dengan aset kurang dari 1 Trilyun. Perbandingan untuk masing-masing rasio antar dilakukan pada sampel dengan kelompok aset yang sama dan untuk keseluruhan data (seluruh sampel tanpa memperhatikan ukuran asetnya). Pengujian akan dilakukan dengan Independent Sample t-test untuk data dengan distribusi normal dan Mann Whitney Test untuk data dengan distribusi tidak normal. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kinerja keuangan bank syariah dan bank konvensional untuk masing-masing rasio. Hasil pengujian menunjukkan bahwa hasil yang signifikan secara statistik hanya diperoleh pada pengujian rasio NPF/NPL kelompok 1 dan pada pengujian rasio LDR/FDR kelompok 2. Pengujian lain tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan perbankan syariah dan perbankan konvensional dilihat dari rasio CAMEL di Indonesia.
The aim of this research was to compare the financial performance of syariah banking and conventional banking in Indonesia and to find out whether the slow growth of syariah banking in Indonesia was stem from the difference in their financial performance or not. This research used CAMEL frame to choose which ratios will be analyzed. Capital Adequacy Ratio (CAR) was used as a proxy for capital measurement, Non Performing Loan (NPL) for conventional banking and Non Performing Financing (NPF) for syariah banking was used as a proxy for asset quality measurement, Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE) and Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) banking were used as a proxy for earning capacity measurement and Loan to Deposit Ratio (LDR) for conventional bank and Financing to Deposit Ratio for syariah banking was used for liquidity measurement. Time period was stem from 2007 until 2011 and those sample-bank were categorized into 3 groups. First group was for banks with asset from 10 Trillion until 55 Trillion, second group was for banks with asset from 1 trillion until 10 trillion and third group was for banks under 1 Trillion. Comparison was made for each ratio between sample from the same group and for overall data. Independent Sample t-test was employed to test those data with normal distribution and Mann whitney test was employed for data with abnormal distribution. In general, the study found no statistically significant difference in financial performance between Islamic banks and conventional banks, except in the NPL/NPF ratio for first group and LDR/FDR in second group.
Kata Kunci : perbankan syariah, bank syariah, perbankan konvensional, bank konvensional, kinerja keuangan, perbandingan kinerja, CAMEL, permodalan, kualitas aset, rentabilitas, likuiditas