Laporkan Masalah

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP KASUS PENCURIAN IKAN DI WILAYAH KABUPATEN MALUKU TENGGARA

AKBAR FITRIAN ELEUWARIN, Prof. Dr. Edward Omar Syarief Hiariej, S.H., M.Hum.

2013 | Tesis | S2 Ilmu Hukum

Penelitian dilakukan untuk mengetahui seberapa besar potensi kelautan dan perikanan di Kabupaten Maluku Tenggara, bagaimana penegakan hukum tindak pidana perikanan di Kabupaten Maluku Tenggara dan bagaimana peran hukum adat dan/atau kearifan lokal dalam mencegah pelaku pencurian ikan. Penelitian dalam penulisan ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif empiris dengan tempat penelitian dalam tesis ini ialah Kabupaten Maluku Tenggara Propinsi Maluku. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, terdiri dari 2 jenis data yakni: Data Primer dan Data Sekunder. Hasil penelitian ini didapatkan beberapa kesimpulan antara lain Pertama, Kabupaten Maluku Tenggara yang memiliki sumber daya kelautan perikanan sering terjadi tindak pidana di bidang perikanan dan aparat penegak hukum di wilayah hukum Kabupaten Maluku Tenggara sangat serius dibuktikan dengan banyaknya kasus tindak pidana perikanan yang ditangani dan membuat para pelaku tindak pidana perikanan dijatuhi sanksi pidana penjara dan sanksi denda dalam melakukan pemberantasan tindak pidana perikanan, Kedua, Adanya Fasilitas yang belum memadai dalam menegakkan hukum di bidang perikanan di Kabupaten Maluku Tenggara, Ketiga, kearifan lokal yang terdapat dalam hukum adat Larvul Ngabal harus lebih diperhatikan khususnya terhadap sasi laut yang bertujuan untuk memelihara dan menjaga kelestarian sumber daya perikanan di Kabupaten Maluku Tenggara

The study was conducted to determine how much the potential of marine fisheries in Southeast Maluku regency, about criminal enforcement of fisheries in Southeast Maluku regency and the role of customary law and / or local wisdom due to preventing perpetrators of illegal fishing. The research in this paper used this type of normative empirical legal research which is located in Southeast Maluku Maluku. Data collection tools used in this study, consists of two types of data namely: Primary Data and Secondary Data. There are several conclusions as result of this research, inter alia, first, crimes in the field of fisheries occures oftenly in Southeast Maluku regency which has the potential of natural resources particularly the marine fishery resources and the enforcement of law conducted seriously evidenced by the number of criminal cases handled fishing and making fishing the criminal sanctions of imprisonment and fines by the institution of law in the jurisdiction of Southeast Maluku regency due to eradicating fishery crimes, second, the existence of the weakness of coordination between investigating agencies and facilities are not adequate to enforce the law in the field of fisheries in Southeast Maluku regency, Third, Local wisdom should be considered especially which is conducted in the Larvul Ngabal as customary law prominently the marine sasi which aims to maintain and preserve the fishery resources in Southeast Maluku regency.

Kata Kunci : Pencurian Ikan, Maluku Tenggara, Kearifan Lokal.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.