Laporkan Masalah

POLA KEMITRAAN PARIWISATA DALAM MANAJEMEN ATRAKSI DESA WISATA PAMPANG KOTA SAMARINDA

Ami Suswandi Putra, Prof. Dr. Phil. Janianton Damanik, M. Si,

2013 | Tesis | S2 Magister Kajian Pariwisata

Desa Wisata Pampang merupakan satu-satunya obyek wisata berbasis budaya di Kota Samarinda. Kondisi tersebut menjadikannya sebagai aset berharga yang pengelolaannya seharusnya didukung secara penuh, namun tidak menunjukkan perkembangan signifikan setelah beroperasi selama 20 tahun. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi secara mendalam karakteristik pola kemitraan dalam manajemen atraksi wisata di Desa Wisata Pampang, serta merumuskan perbaikan yang seharusnya diterapkan. Jenis metode yang digunakan adalah grounded research dengan pendekatan kualitatif. Data utama adalah ragam aktivitas pelaku yang diperoleh dengan wawancara dan observasi. Aktivitas tersebut kemudian diklasifikasikan berdasarkan kemiripan sifatnya, sehingga didapatkan pola-pola kemitraan eksisting dan dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Beragam permasalahan yang ditemukan ditinjau kembali untuk menentukan rumusan perbaikan, disesuaikan dengan teori yang mendukung. Keseluruhan proses penelitian secara berturut-turut dilakukan dengan analisis domain, taksonomi, komponensial, tema, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kemitraan eksisting tergolong dalam kemitraan semu dan kemitraan gabungan subordinatif. Pola kemitraan yang terterapkan didominasi pola bersifat bantuan, meliputi Bantuan Dana Hibah baik fisik maupun program PNPM Mandiri Pariwisata, Investasi Swasta, CSR, Bantuan Pinjaman Dana Bergulir (KUD), Sub Kontrak dan Dagang Umum. Manajemen atraksi wisata eksisting kurang memberi ruang pada pengembangan SDM, memberi pembatasan ruang antara aktivitas pariwisata dan sosial budaya masyarakat, kurang memanfaatkan teknologi dan minim pengorganisasian komunitas masyarakat. Oleh sebab itu dirumuskan perbaikan yang meliputi penggiatan Investasi Swasta, pewadahan agen pembaharu, pewadahan kalangan akademisi, perluasan peran komunitas pada penyelenggaraan Upacara Pelas Tahun, pemberian bantuan berupa tabungan dan pinjaman, serta pengaktifan KUD sebagai pemersatu aktivitas.

Pampang Tourism Village or Desa Wisata Pampang is the only culturebased tourism in Samarinda. That’s why it became a valuable asset which should be fully supported in management system, but did not show significant progress after 20 years. This research aimed to identify the partnerships characteristics of attraction management in Pampang Tourism Village, and formulate improvements that should be implemented. The method used was grounded research with a qualitative approach. The main data is activities of various actors obtained by interview and observation. Those activities are then classified based on similar properties, so the existing partnership patterns can be identified and a thorough evaluation can be conducted. Various problems found were revisited to determine the improved formulation, adapted to the theories. The entire research process successively performed with domain analysis, taxonomy analysis, componensial analysis, themes analysis, and triangulation analysis. The results showed that the existing partnership model belonging to the pseudo partnership and subordinate union of partnership. The existing partnership is dominated by the relief fund patterns, including Grant in Aid for physical improvements and PNPM Mandiri in Tourism, Private Investment, CSR, Revolving Loan Fund (KUD), Sub Contracts and General Trade. Management of the existing tourist attraction gave insufficient space on human resources development, created gap between tourism activities and social cultural life of community, limited use of technology and provided a small number of community organization. Therefore improvement plan should be designed on boosting of Private Investment, establishing participation for reformer agents and academics, expanding community involvement on Pelas Tahun Ceremony, granting savings and loans, and generating KUD as the core of social tourism activities.

Kata Kunci : pola kemitraan, manajemen atraksi wisata.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.