KEEFEKTIFAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MENGURANGI DAMPAK MANAJEMEN LABA TERHADAP NILAI PERUSAHAAN: STUDI EMPIRIS DI BEI
Arsya Paramaartha Hidrib, Dr. Supriyadi, M.Sc., CMA.
2013 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi TerapanBelum konsistennya hasil penelitian-penelitian terdahulu mengenai hubungan antara tata kelola perusahaan dan manajemen laba, menjadi alasan yang melatarbelakangi penelitian ini untuk menempatkan tata kelola perusahaan tidak lagi sebagai variabel independen, melainkan variabel pemoderasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari dan mengetahui bukti empiris mengenai keefektifan tata kelola perusahaan dalam mengurangi dampak manajemen laba terhadap nilai perusahaan. Variabel tata kelola perusahaan diukur berdasarkan indeks yang dibentuk oleh keberadaan komponen-komponennya, antara lain kepemilikan saham manajerial, kepemilikan saham institusional, komisaris independen, komite nominasi independen, kompetensi komite audit, dan komite remunerasi. Variabel manajemen laba diproksikan dengan discretionary accrual, sementara variabel nilai perusahaan diproksikan dengan Tobin’s Q. Penelitian ini juga menggunakan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol yang diukur dengan natural logaritma nilai pasar ekuitas perusahaan. Data yang digunakan berasal dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam kurun waktu 2007-2011, tidak mengalami delisting dalam kurun waktu tersebut, disajikan dalam mata uang rupiah, dan dapat diunduh pada situs resmi perusahaan maupun BEI. Dari data yang diperoleh sebanyak 27 perusahaan dalam kurun waktu lima tahun, didapatkan hasil penelitian bahwa adanya tata kelola perusahaan sebagai variabel pemoderasi mampu mengubah arah pengaruh manajemen laba terhadap nilai perusahaan yang semula negatif, menjadi positif. Hasil penelitian mendukung hipotesis, bahwa tata kelola perusahaan mengurangi dampak manajemen laba terhadap nilai perusahaan.
The pros and cons of previous study about the relationship between corporate governance and earnings management are being the background of this study to put corporate governance no longer as an independent variable but as moderating variable. The objective of the study is to find out empirical evidence of the effectiveness of corporate governance to reduce the impact of earnings management on corporate value. Corporate governance is measured by an index formed by the existence of its components, such as managerial ownership, institutional ownership, independent commissioner, independent nomination committee, audit committee competences, and remuneration committee. Earnings management is proxied by discretionary accruals, while the corporate value is measured by Tobin’s Q. This study is also using corporate size as a control variable which is measured by the natural logarithm of market value of corporate equity. The data were taken from the financial statement and annual reports of manufacturing companies listed on The Indonesian Stock Exchange (IDX) in the period 2007-2011, was not delisting on that period, presented in rupiah, and can be downloaded on companies official website and The Indonesian Stock Exchange’s website. From the data obtained by 27 companies in the five year period showed the result of the study, that the existence of corporate governance as moderating variable is able to change the negative effect of earnings management on corporate value to be a positive effect. The result supports the hypothesis that corporate governance reduces the impact of earnings management on corporate value.
Kata Kunci : tata kelola perusahaan, manajemen laba, nilai perusahaan, ukuran perusahaan.