EVALUASI DISTRIBUSI OBAT PADA TEAM MOBILE CLINIC(TMC) PROGRAM SAVE PAPUA/PERCEPATAN PEMBANGUNAN KESEHATAN TANAH PAPUA (P2KTP) KAB. MIMIKA PROVINSI PAPUA
NINA KUSUMA NINGRUM, Prof.Dr. Dra. Sri Suryawati
2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang:Tim Mobile Clinic (TMC) merupakan salah satu kegiatan pelayanan kesehatan oleh Departemen Kesehatan Indonesia untuk rakyat di provinsi Papua. Untuk memastikan kualitas, khasiat, dan keamanan obat kepada konsumen, diperlukan distribusi obat yang baik.Selain itu biaya distribusi obat merupakan komponen yang signifikan dalam pembiayaan kesehatan. Oleh karena itu, evaluasi sistem distribusi obat TMC program P2KTP di Kabupaten Mimika, perlu dilakukan untuk menggambarkan kualitas distribusi obat di Papua. Tujuan umum: penelitian ini menggambarkan kualitas sistem distribusi obat di TMC di Mimika, Provinsi Papua. Metodepenelitian: studi deskriptif analitik dengan menggunakan data retrospektif. Materi yang diteliti yaitu proses manajemen distribusi obat meliputi manajemen mutu, personil, sarana dan prasarana, dokumentasi, sistem informasi manajemen, dan inspeksi diri (2009 – 2010). Informasi tersebut dikumpulkan dari responden pelaku dan penentu kebijakan manajemen obat yang terdiri dari Kadinkes Mimika Papua, Kepala Sumber Daya Manusia Kesehatan, Kabid Yankes, Kabid Jaminan dan Sarana kesehatan, Kasie sarana farmasi, dengan cara wawancara mendalam kepada responden kunci dan menyebar kuesioner kepada 26 PPO di 13 TMC dan 13 puskesmas. Data kualitatif dan kuantitatif di triangulasi kemudian dibandingkan dengan persyaratan CDOB yang ditetapkan BPOM RI. Hasil:Beberapa aspek dalam pedoman CDOB belum terpenuhi diantaranya: tidak ada Tim Koordinasi yang menjamin kualitas obat-obatan dalam pelaksanaan distribusi obat TMC, tidak adanya standar operasional prosedur (SOP) dalam kegiatan distribusi obat, dan tidak ada apoteker sebagai anggota TMC. Distribusi Obat di TMC juga belum melaksanakan kebijakan satu pintu sepenuhnya, Kesimpulan:Distribusi obat TMC belum memenuhi aspek-aspek Pedoman CDOB yang telah ditetapkan BPOM RI tahun 2007. Kelemahan ada pada aspek manajemen mutu, personil, dokumentasi, sistem informasi manajemen, sarana dan prasarana, serta inspeksi diri. Hasil penelitian ini seyogyanya dapat dijadikan sebagai pertimbangan bagi pengelola program P2KTP untuk memperbaiki distribusi obat program, dengan menindaklanjuti hasil analisis CARL yang telah disusun bersama dengan Pengelola TMC.
Background: Tim Mobile Clinic (TMC) is one of health services activities in through the Ministry of Health of Indonesia for the people in the province of Papua. To ensure quality, efficacy, and safety of the medicine to consumers, is necessary in a comprehensive medicine control, Therefore, evaluation of the pharmaceutical distribution system at the TMC on P2KTP program in Mimika District, Papua, was to be conducted in order to improve the quality of health services in Papua. The objective of this study was to evaluate the quality of pharmaceutical distribution system based on Good Distribution Practice (GDP) at the TMC in Mimika District, Papua Province. Methods:analytical descriptive study using retrospective data. The material studied is the process of drug distribution management include quality management, personnel, facilities, documentation, management information systems, and self inspection within two years (2009-2010). The information was gathered from respondents actors and policy makers consisting of Head of Health department Mimika, Head of Human Resources Healthcare, Head of Health service, Head of pharmaceutical facilities, by means of in-depth interview to key respondents and distributed questionnaires to 26 pharmaceutical manager officers (PMO) at 13 TMC and 13 health centers. Qualitative and quantitative data were triangulated and then compared to the requirements as established by the GDP. Result :Pharmaceutical distribution on TMC unfulfilled some aspect on GDP guidelines as follows: there’s no Coordinating Team that ensure the medicines quality in the implementation of TMC pharmaceutical distribution, the lacking of pharmaceutical distribution standard operational procedure, there is no pharmacist in the distributor chains. Conclusion:The pharmaceutical distribution of TMC does not fulfill the GDP guidelines established by BPOM RI. There are weaknesses in the aspects of quality management, personnel, documentation, management Information systems, facilities, and self inspection. The results of this study whould helpP2KTP program managers to improve TMC pharmaceutical distribution, based on the results of CARL analysis that has been prepared together with the TMC Managers.
Kata Kunci : Tim Mobile Clinic,distribusi obat, P2KTP, Save Papua.