Laporkan Masalah

RESISTENSI DAN TATANAN PIKIRAN PEREMPUAN DALAM CERITA ANAK TRADISIONAL JAWA TENGAH

Harjito, Prof. Dr. Rachmat Djoko Pradopo,

2013 | Disertasi | S3 Sastra

Penelitian ini berjudul Resistensi dan Tatanan Pikiran Perempuan dalam Cerita Anak Tradisional Jawa Tengah. Permasalahan dalam penelitian ini, yaitu arena; relasi posisi dan tatanan pikiran perempuan Jawa; resistensi perempuan yang dipengaruhi gender, kelas sosial, etnisitas, dan usia dalam cerita anak tradisional Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan menemukan arena, relasi posisi dan tatanan pikiran perempuan Jawa; dan resistensi perempuan yang dipengaruhi faktor gender, kelas sosial, etnisitas, dan usia dalam cerita anak tradisional Jawa Tengah. Teori yang digunakan adalah teori Foucault, Gramsci, dan Bourdieu. Objek formal penelitian adalah resistensi perempuan. Objek material penelitian adalah teks cerita anak tradisional Jawa Tengah. Populasi penelitian adalah cerita anak tradisional Jawa Tengah. Sampel penelitian berjumlah 34 cerita anak tradisional Jawa Tengah. Arena dalam cerita anak tradisional Jawa Tengah meliputi keluarga, ekonomi, dan politik. Relasi posisi berbentuk dominasi kelas sosial atas terhadap perempuan, yaitu tubuh, waktu, dan nyawa. Kelas sosial atas menggunakan prinsip hadiah dan hukuman. Bagi yang patuh dan taat diberi hadiah, tetapi bagi yang melawan diberi hukuman, bahkan dibinasakan. Tatanan pikiran perempuan Jawa disebut istriisme. Istriisme meliputi jodoh, anak, dan loyalitas kepada penguasa. Istriisme adalah konstruksi pengabdian perempuan yang diciptakan kelas sosial atas dalam mempertahankan atau meningkatkan kelas sosialnya. Resistensi perempuan Jawa bersifat heterogen, bukan homogen, dan dikategorikan menjadi tujuh, yaitu menyelamatkan manusia, mengulur waktu, memberi kutukan, meninggalkan tubuh, hidup mandiri, menjadi pemimpin, dan membinasakan nyawa. Resistensi perempuan melalui dua tataran, yaitu dengan meningkatkan kelas sosial dan dengan menumbuhkan kesadaran adanya dominasi kelas sosial atas terhadap perempuan. Cerita anak tradisional Jawa Tengah membawa ideologi pengarang, masih melanjutkan ideologi dominan patriaki, dan mencerminkan rangkaian ciri-ciri tradisi agraris tentang waktu yang tak bergerak serta harmoni sosial. Anak-anak sebagai pembaca memasuki budaya agraris sekaligus berada dalam pusaran dunia modern.

This research entitled Resistance and Woman Mindset in the Traditional Children Stories from Central Java. The problems of this research are field; relation position and mindset of Javanese woman; and woman resistance which are related to gender, social class, ethnic, and age in the stories. This research is conducted to find field; relation position and Javanese woman mindset; and woman resistance which are related to gender, social class, ethnics, and age in the stories. The main theories used are Foucault, Gramsci, and Bourdieu. The formal object of this research is women resistance. The material objects of this research are the texts of traditional children stories from Central Java. The population of this research are the traditional children stories from Central Java. The sampels of this research are 34 traditional children stories from Central Java. The field in the traditional children stories from centra Java consists of family, economics, and politic. Position relation of high class domination to woman are body, time, and soul. High class uses present and punishment. Woman who obey will be given present, and woman who resist will be punished even killed. This Javanese woman mindset is called istriism. Istriism consists of couple (husband), child, and loyalty to an authority. Istriism is the construction of woman obedience which is created by high class to maintain and increase their social class. Javanese women resistance have heteregenous characteritics and they are categorized into seven characteristics. There are saving human being, lengthening time, cursing, leaving body, being independent, leading, and killing. Woman resistance have two ways. There are maintaining social class and growing selfconsciousness of the social class domination to woman. The traditional children stories from Central Java carry the author’s ideology, keep on persisting patriarch dominant ideology, and specify characteristics of agrarian culture, undynamic time, and social harmony. Children as readers are both entering agrarian culture and living in a modern world.

Kata Kunci : resistensi, istriisme, resistensi heterogen


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.