PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS DAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO (ANALISIS DATA SKRRI TAHUN 2007)
Desak Made Firsia Sastra Outri, Prof. dr. Siswanto Agus Wilopo, SU., MSc., ScD.,
2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Departemen Kesehatan Republik Indonesia memperkirakan bahwa 75% penderita AIDS di Indonesia terinfeksi HIV disaat mereka dalam usia remaja. Kurangnya informasi dan pengetahuan praktis tentang bagaimana mencegah infeksi HIV, inisiasi seksual pada usia dini, berganti pasangan dan tidak menggunakan kondom serta penggunaan narkoba berkontribusi terhadap risiko peningkatan HIV/AIDS dan IMS lainnya. Tujuan: Mengetahui latar belakang pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS yang mendasari mereka berperilaku seksual berisiko. Metodologi: Penelitian ini mengambil data dari SKRRI tahun 2007, menggunakan rancangan cross-sectional study, subjek penelitian ialah remaja usia 15-24 tahun. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-square dan uji regresi logistik ordinal dengan interval kepercayaan (CI) 95% dan p<0,05. Hasil: Pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS cukup baik, yakni diatas 50% remaja tahu tentang penularan HIV/AIDS. Remaja dengan pengetahuan yang tinggi tentang HIV/AIDS kemungkinan melakukan perilaku seksual berisiko tinggi yaitu melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Pengetahuan tinggi tentang penularan HIV/AIDS melalui hubungan seksual signifikan melakukan perilaku seksual berisiko (OR=1,36; 95%CI=1,15-1,60). Pengetahuan tinggi tentang penularan HIV/AIDS tanpa melalui hubungan seksual ditemukan lebih rendah melakukan perilaku seksual berisiko (OR=0,74; 95%CI=0,63-0,87). Faktor lain yang berpengaruh terhadap perilaku seksual berisiko yaitu, jenis kelamin, usia, dan pendidikan. Kesimpulan: Remaja dengan pengetahuan tinggi tentang HIV/AIDS tidak menjamin remaja akan melakukan perilaku seksual yang aman, yaitu menggunakan kondom.
Background: Indonesian Ministry of Health estimates that 75% of AIDS patients in Indonesia are infected with HIV during their adolescence. Lack of information and practical knowledge about how to prevent HIV infection, sexual initiation at an early age, multiple partners and the absence of condom use as well as drug use have contributed to increased risks of HIV/AIDS and other STIs. Objective: To determine the background of adolescent’s knowledge about HIV/AIDS underlying their risky sexual behavior. Method: The study ultilized data from 2007 SKRRI, using cross-sectional study . Participants were adolescents aged 15-24 years. The statistical test used was Chisquare test and ordinal logistic regression with confidence intervals (CI) 95% and p <0.05. Result: Adolescent’s knowledge about HIV/AIDS was quite good. More than 50% of adolescents knew about HIV/AIDS. Adolescents with high knowledge about HIV/AIDS had possibility to have high risky sexual behaviors. At high knowledge about HIV/AIDS infection through sexual intercourse, the adolescents significantly had risky sexual behaviors (OR = 1.36, 95% CI = 1.15 to 1.60). At high knowledge about HIV/AIDS infection without sexual intercourse, the adolescents were found to have lower risky sexual behavior (OR = 0.74, 95% CI = 0.63 to 0.87). Other factors that influenced sexual behavior were gender, age, and education. Conclusion: A high degree of HIV/AIDS knowledge among adolescents does not guarantee the adolescents to have a safe sexual behaviour, that is the use of condom.
Kata Kunci : pengetahuan, HIV/AIDS, perilaku seksual