Laporkan Masalah

PENDOKUMENTASIAN BUDAYA TRADISIONAL DALAM MEMPERKAYA PUSTAKA BUDAYA Studi Kasus Mengenai Upaya Pendokumentasian Budaya Tradisional Jawa di Kota Surakarta

NURMAYA PRAHATMAJA, DR. Partini SU

2013 | Tesis | S2 Manajemen Informasi dan Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana upaya pendokumentasian budaya tradisional Jawa dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah Surakarta dalam kaitannya dengan upaya pelestarian aset budaya dan pengembangan wisata budaya serta untuk mengetahui sejauhmana dokumentasi budaya tradisional Jawa dapat berperan sebagai informasi publik dan menjadi bahan pustaka rujukan untuk memperkaya pustaka budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik studi kasus. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, studi dokumen, rekaman arsip, serta dari perangkat fisik lainnya. Informan dalam penelitian ini adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Komunikasi dan Informatika, Bapeda, pengelola Bale Sudjatmoko, serta perwakilan masyarakat,. Untuk analisis data dipergunakan triangulasi sumber. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa upaya pendokumentasian budaya tradisional yang dilakukan oleh masyarakat bersifat pribadi, terkait dengan bidang usaha yang digelutinya selama ini, tidak terstruktur dan tidak mengikuti kaidah – kaidah dokumentasi, serta dilakukan untuk menunjang pekerjaan mereka. Pemerintah Surakarta sudah melaksanakan kegiatan inventarisasi dan pendokumentasian budaya tradisional Jawa walaupun belum memiliki payung hukum yang mengaturnya. Perda heritage yang mengatur mengenai inventarisasi dan dokumentasi budaya, pelestarian dan pengelolaan aset budaya, serta pengembangan aset budaya tradisional sampai saat ini masih belum disahkan oleh DPRD. Upaya pendokumentasian budaya tradisional Jawa dilakukan oleh Pemerintah Surakarta melalui instruksi Walikota dengan membentuk tim khusus inventarisasi dan pendokumentasian budaya yang beranggotakan unsur – unsur dari dinas yang terkait. Dalam berbagai kebijakannya, pemerintah memposisikan diri sebagai regulator dan fasilitator. Pemerintah Kota Surakarta mempublikasikan dan mengkomunikasikan informasi budaya kepada masyarakat sesuai dengan yang diamanatkan dalam Undang – Undang Keterbukaan Informasi Publik dengan tujuan untuk menyadarkan masyarakat dan melibatkan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan aset budaya tradisional. Penyusunan pustaka budaya sebagai produk kegiatan dokumentasi budaya dilakukan baik secara pribadi oleh masyarakat, pemerintah, komunitas budaya, serta oleh perpustakaan, pusat dokumentasi dan lembaga kebudayaan di Surakarta sebagai bagian dari diseminasi informasi budaya.

This research aims to find how far the efforts in the documentation of Java traditional Culture done by community and the Government of Surakarta in relation to cultural assets preservation and development of cultural tourism as well as to know how far the traditional culture of Java documentation can serve as public information and become a reference library to enrich the cultural library. This research uses qualitative approach with the case study technique. The collection of data obtained through observation, interviews, document studies, as well as archive footage from other physical devices. Informants in this study are the Department of Culture and Tourism, Department of Communication and Information, Bapeda, the maintainer of the Bale, and also Sudjatmoko, the community representative. For the data analysis, the research uses triangulation of sources. The result of the research is that the efforts of traditional culture documentation taken by community is personal, related with which work field they are in, the documentation is not structural and not following the documentations rule, and also the documentations is done only to support their work. The Government of Surakarta is already carrying out an inventory and documenting of traditional Javanese culture though still does not have the law that set it up yet. “Perda Heritage” that manages the inventory and documentation, preservation and management of cultural assets, as well as the development of traditional cultural assets has still not been passed by parliament (DPRD) by now. The Java traditional culture documentation effort taken by the Government is through the instructions of the Mayor of Surakarta by forming inventory and ocumentation special teams that consists of the elements from the related department. In some of its policies, the Government is positioning itself as a regulator and facilitator. The Government of Surakarta publishes and communicates the information to the public in accordance with the culture that was mandated in The Disclosure of Public Information Act with the aim to arouse the community and involve the community in maintaining and preserving traditional cultural assets. The arrangement of the culture library as the product of cultural documentation activities performed either personally by the public, Government, cultural communities, as well as by the library, documentation centre and cultural institutions in Surakarta as part of the dissemination of cultural information.

Kata Kunci : inventarisasi budaya, dokumentasi budaya, pustaka budaya, aset budaya tradisional


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.